PARAPUANG.com – Musim dingin atau “Winter” di Tanah Suci kerap mengejutkan jamaah umroh, terutama perempuan yang belum siap secara perlengkapan dan kondisi tubuh.
Banyak orang mengira Arab Saudi selalu panas, padahal cuaca bisa berubah ekstrem bahkan hingga bersalju saat umroh antara November hingga Februari.
Fakta di lapangan sering tak terbayangkan sebelumnya, air keran terasa sedingin air kulkas, terutama saat dini hari.
Dilansir dari unggahan instagram @haramain.guide saat musim dingin, suhu di Madinah bahkan bisa turun hingga 5 derajat Celsius saat waktu Subuh, membuat tubuh menggigil jika tidak mengenakan pakaian hangat.
Kondisi ini menuntut persiapan ekstra, khususnya bagi perempuan yang lebih sensitif terhadap suhu dingin.
Tanpa persiapan tepat, rasa dingin dapat mengganggu kenyamanan dan kekhusyukan ibadah.
Berikut 5 tips menghadapi musim dingin di Tanah Suci;
1. Siapkan Pakaian Hangat yang Tepat
Jaket tebal atau winter coat wajib dibawa untuk shalat Isya dan Subuh.
Long john atau pakaian thermal sebaiknya dikenakan di balik gamis karena mampu menjaga suhu tubuh tetap stabil tanpa mengganggu penampilan.
2. Lengkapi dengan Aksesori Pelindung Dingin
Angin gurun saat musim dingin terasa menusuk, terutama di area terbuka.
Syal dan kupluk membantu melindungi leher serta telinga.
Kaos kaki tebal juga penting karena lantai masjid bisa terasa sangat dingin, khususnya di pelataran.
3. Jaga Kesehatan Kulit dan Bibir
Musim dingin kerap memicu kulit kering dan pecah-pecah, terutama di tumit dan bibir.
Lip balm perlu dioles rutin setiap dua jam.
Body lotion sebaiknya digunakan setiap selesai mandi agar kelembapan kulit tetap terjaga.
4. Antisipasi Flu dan Batuk
Suhu dingin membuat virus flu lebih mudah menyerang.
Obat-obatan pribadi untuk flu dan batuk sebaiknya selalu tersedia di tas.
Daya tahan tubuh yang terjaga membantu ibadah berjalan lancar tanpa gangguan kesehatan.
5. Atur Strategi Wudhu agar Tetap Nyaman
Air keran di luar masjid terasa sangat dingin seperti air kulkas.
Wudhu di area dalam masjid yang menyediakan air hangat menjadi pilihan terbaik.
Alternatif lain adalah berwudhu di hotel dan menjaga wudhu selama mungkin agar tubuh tidak kedinginan.
Persiapan yang matang membuat umroh musim dingin tetap nyaman dan khusyuk. Tubuh terlindungi dari dingin, ibadah pun terasa lebih tenang dan maksimal. (*)
Penulis : Nurwahida

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.