PARAPUANG.com – Cashless lifestyle kian melekat pada keseharian perempuan urban dan modern.
Transaksi nontunai terasa begitu dekat, mulai dari belanja kebutuhan rumah tangga, membayar kopi selepas kerja, hingga mengatur keuangan keluarga lewat aplikasi.
Gaya hidup cashless bukan lagi sekadar tren teknologi, melainkan pola baru dalam perencanaan keuangan perempuan yang membawa manfaat sekaligus risiko.
Dr. (Cand) Ria Andriany R.A, S.H., M.M, RIFA®, CIWP, CPS, seorang financial planner menyebutkan bahwa cashless sebagai inovasi yang perlu disikapi dengan bijak.
“Teknologi pembayaran digital memberi kemudahan besar bagi perempuan, namun tetap membutuhkan literasi finansial agar tidak menimbulkan masalah baru dan manfaatnya optimal,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kemudahan menjadi daya tarik utama sistem pembayaran digital karena transaksi berlangsung cepat, praktis, tanpa repot membawa uang tunai.
“Perempuan yang aktif bekerja atau mengelola usaha rumahan terbantu oleh efisiensi ini, begitupun dengan risiko kehilangan uang fisik pun menurun signifikan,” jelas perempuan yang kini menjabat sebagai Departemen Head Corporate Banking and E-Business Bank Sulselbar,
Beberapa Manfaat Cashless Lifestyle bagi Perempuan, diantaranya;
1. Pengelolaan keuangan lebih terkontrol
Riwayat transaksi yang tercatat otomatis membantu perempuan melihat pola pengeluaran secara lebih objektif.
Data ini memudahkan penyusunan anggaran bulanan sekaligus evaluasi kebiasaan belanja.
2. Promo dan insentif menarik
Cashback, diskon, dan poin loyalitas memberi peluang penghematan jika dimanfaatkan secara cermat.
Promo akan terasa optimal saat digunakan untuk kebutuhan rutin, bukan dorongan belanja impulsif.
3. Higienis dan praktis
Pembayaran digital meminimalkan kontak fisik dengan uang tunai yang berpotensi membawa kuman.
Kebiasaan ini sejalan dengan gaya hidup sehat dan mobilitas perempuan yang semakin tinggi.
4. Mendorong inklusi keuangan perempuan
Akses pembayaran digital membuka peluang ekonomi bagi perempuan yang belum tersentuh layanan perbankan konvensional.
Perempuan tetap dapat bertransaksi, berjualan, dan mengelola keuangan secara mandiri.
Di balik kemudahannya, cashless lifestyle menyimpan tantangan finansial yang perlu disikapi dengan kesadaran.
Transaksi digital sering membuat pengeluaran terasa ringan, padahal dampaknya nyata pada kondisi keuangan.
“Kemudahan transaksi mendorong belanja spontan tanpa perencanaan matang. Kebiasaan ini berisiko mengganggu stabilitas keuangan jangka panjang,” ungkap Ria Andriany RA.
Berikut Minus Cashless Lifestyle yang Perlu Diwaspadai, yakni;
1. Risiko keamanan digital dan Privasi Data
Ancaman phishing, peretasan, dan pencurian data pribadi semakin meningkat seiring tingginya penggunaan transaksi digital, kelalaian kecil dapat berdampak besar pada keamanan finansial.
Di samping itu, setiap transaksi meninggalkan jejak digital yang dapat dianalisis atau disalahgunakan pihak tertentu.
2. Ketergantungan pada teknologi dan internet
Transaksi digital membutuhkan perangkat dan jaringan yang stabil untuk berfungsi optimal.
Gangguan teknis dapat menghambat aktivitas keuangan sehari-hari.
3. Biaya administrasi tersembunyi
Biaya transfer, layanan, atau potongan tertentu sering tidak disadari karena nominalnya kecil.
Akumulasi biaya ini berpotensi membebani keuangan dalam jangka panjang.
4. Potensi utang kartu kredit
Penggunaan kartu kredit tanpa kontrol dapat memicu penumpukan tagihan dan bunga.
Disiplin pembayaran menjadi kunci agar fasilitas ini tidak berubah menjadi beban.
Berikut ini 5 (lima) tips mengelola cashless lifestyle agar tetap sehat finansial dari Ria Andriany RA;
1. Tetapkan anggaran transaksi digital
Penetapan batas pengeluaran membantu perempuan tetap disiplin meski transaksi terasa mudah.
Anggaran juga menjadi alat kontrol agar keuangan tidak bocor tanpa disadari.
2. Aktifkan notifikasi setiap pembayaran
Notifikasi real-time membuat setiap pengeluaran terasa lebih nyata dan disadari.
Kebiasaan ini membantu evaluasi pengeluaran harian secara konsisten.
3. Gunakan sistem keamanan berlapis
PIN, biometrik, dan autentikasi ganda memberikan perlindungan ekstra pada akun keuangan digital.
Langkah ini penting untuk meminimalkan risiko akses tidak sah.
4. Manfaatkan promo dengan kesadaran kebutuhan
Promo sebaiknya dimanfaatkan untuk kebutuhan rutin yang memang direncanakan.
Kesadaran ini membantu mencegah belanja berlebihan hanya karena diskon.
5. Batasi penggunaan kartu kredit
Penggunaan kartu kredit idealnya disesuaikan dengan kemampuan membayar.
Pembayaran tepat waktu membantu menjaga skor kredit dan kesehatan finansial.
Cashless lifestyle memberi banyak kemudahan bagi perempuan, sekaligus menguji kedewasaan dalam mengelola keuangan.
Perempuan memiliki peran strategis sebagai pengelola keuangan diri dan keluarga.
“Literasi finansial, kontrol diri, dan kesadaran digital menjadi kunci agar teknologi benar-benar mendukung kesejahteraan finansial jangka panjang,” pungkas Ria Andriany RA. (*)
Penulis : Nurwahida

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.