Sementara ibunya, Surahmah, hanya tamatan SD, sempat bekerja sebagai asisten rumah tangga sebelum akhirnya memutuskan untuk menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya.

Meski hidup serba pas-pasan, Dewi tumbuh dengan keyakinan bahwa pendidikan adalah jalan untuk mengubah nasib.

Semangat itu mengantarnya menjadi salah satu mahasiswi terbaik di UGM.

Disertasinya yang berfokus pada kimia material mendapat pujian karena orisinalitas dan kontribusinya terhadap pengembangan sains di Indonesia.

“Setiap tetes keringat bapak di balik kemudi adalah semangat saya untuk terus belajar,” ujar Dewi dengan mata berkaca-kaca saat mengenang masa-masa sulit yang ia lalui.

Dewi menyadari bahwa pendidikan adalah kunci untuk merubah kehidupannya dan membanggakan orang tuanya.

Baca Juga :  Aktris Pakistan, Humaira Asghar Ali Ditemukan Meninggal Tragis di Apartemennya

Perjalanan akademik perempuan kelahiran 27 Agustus 1998 tidak selalu mudah.