Bahwa seorang anak sopir angkot bisa berdiri sejajar di jajaran akademisi terbaik negeri ini.

Ia membuktikan, dengan ketekunan dan keyakinan, tidak ada yang tidak mungkin.

“Ayah saya mungkin hanya seorang supir angkot, tapi bagi saya, beliau adalah profesor kehidupan yang mengajarkan saya tentang arti berjuang tanpa kenal lelah,” ujarnya sambil tersenyum.(*)

Penulis : Nurwahida

Baca Juga :  Qisthi Widyastuti, Hakim yang Selamat dari Banjir Aceh Setelah Ditolong Narapidana yang Pernah Ia Penjarakan