Akibatnya, kesehatan mental perempuan menjadi korban dari tuntutan untuk tampil kuat terus-menerus.

Kartini tidak pernah menutupi perasaannya. Ia jujur terhadap luka batinnya, terhadap rasa tidak bebas yang mencekik, dan terhadap impian yang seolah jauh.

Hari ini, semangat itu bisa dimaknai ulang sebagai keberanian untuk mengakui kelelahan, untuk meminta bantuan, dan untuk mengatakan “saya tidak baik-baik saja” tanpa rasa malu.

Ketimpangan Sosial dan Beban Emosional
Meski pendidikan perempuan meningkat, dan perempuan telah hadir di berbagai profesi, ketimpangan struktural masih mencengkeram banyak aspek kehidupan.

Upah perempuan rata-rata masih 23% lebih rendah dari laki-laki untuk pekerjaan yang setara.

Di sektor informal, perempuan menghadapi eksploitasi tanpa perlindungan hukum yang memadai. Beban domestik pun belum terbagi setara.

Baca Juga :  Mika Schneider Supermodel Internasional Pakai Minyak Gosok Cap Tawon Saat Liburan di Bali

Setiap ketimpangan ini berimbas langsung pada kondisi psikologis perempuan.