Kartini dan Keberanian untuk Merasa
RA Kartini dalam surat-suratnya kerap mengungkapkan keresahan batin, rasa sunyi, dan keterasingan karena sistem yang membatasi.

Ia tidak hanya bicara tentang pendidikan, tetapi juga tentang perjuangan eksistensial menjadi manusia utuh yang dihargai.

Dalam konteks hari ini, suara Kartini seolah berseru kepada kita, beranilah merasa.

Perempuan modern seringkali menginternalisasi budaya perfeksionisme, harus terlihat bahagia, harus sukses, harus bisa segalanya.

Media sosial memperparah ilusi ini dengan menampilkan kehidupan ideal tanpa celah.

Baca Juga :  Semarakkan Hari Kartini, Pengurus TP PKK, Dekranasda dan Pokja Bunda PAUD Kota Makassar Gelar Sosialisasi Literasi Keuangan Digital