Kartini 2025 hadir dalam diri perempuan yang berani meminta bantuan, yang tahu kapan harus berkata tidak, dan yang mencintai dirinya sendiri tanpa syarat.

Mereka ada di rumah, di kantor, di desa, di kota, di ruang terapi, di forum digital. Mereka tidak sempurna, dan tidak perlu sempurna.

Hari Kartini bukan hanya perayaan masa lalu, tetapi refleksi tentang apa yang masih perlu diperjuangkan. Jika dulu Kartini membuka pintu menuju pendidikan, maka hari ini kita harus membuka pintu menuju pemulihan jiwa.

Karena perempuan yang waras dan bahagia adalah Kartini yang sesungguhnya, Merdeka dari Dalam.

Penulis : Nurwahida

Baca Juga :  PIM Sulsel Jadi DPD Pertama Gelar Rakerda Tingkat Daerah, Perkuat Peran Perempuan Berdaya