PARAPUANG.com – Hari Kartini 2025 hadir di tengah era yang serba cepat dan terhubung, teknologi semakin maju, perempuan semakin terlihat di ruang-ruang strategis, dan kesetaraan gender menjadi topik global.

Namun, di balik berbagai pencapaian tersebut, tersembunyi lapisan lain yang jarang dibicarakan secara terbuka: kesehatan mental perempuan.

Di masa Kartini, perjuangan utama adalah hak untuk belajar dan berpikir merdeka.

Kini, perjuangan itu menjelma dalam bentuk baru, hak untuk sehat secara utuh, tidak hanya fisik, tetapi juga mental dan emosional.

Ini bukan persoalan individu semata, melainkan cerminan dari dinamika sosial yang kompleks.

Perempuan masa kini hidup di antara pujian atas kemajuan dan realitas ketimpangan yang membebani.

Baca Juga :  Melisa Novianti, Perempuan Cantik Asal Indonesia Pamer Mobil Terbang Seharga Rp 4 Miliar di China