PARAPUANG.com – Tunjangan Hari Raya (THR) kerap terasa seperti “bonus kebahagiaan” yang datang setahun sekali.
Tak heran, banyak orang langsung menggunakannya untuk belanja Lebaran, liburan singkat, hingga mempercantik rumah tanpa sempat memikirkan rencana keuangan jangka panjang.
Padahal jika dikelola dengan bijak dan cerdas, uang yang datang setahun sekali ini bisa menjadi awal investasi yang membantu membangun masa depan finansial.
Dr. (Cand) Ria Andriany R.A, S.H., M.M, RIFA®, CIWP, CPS, seorang financial planner menyebutkan bahwa THR yang datang setahun sekali ini ibarat benih.
“Jika hanya habis untuk konsumsi, manfaatnya berhenti pada hari itu saja, tetapi jika sebagian ditanam menjadi investasi, nilainya bisa tumbuh bertahun-tahun,” ujarnya.
Perempuan yang kini menjabat sebagai Department Head Corporate Banking and E-Business Bank Sulselbar menuturkan bahwa THR sebenarnya momentum yang sangat strategis untuk mulai berinvestasi.
“Banyak orang melihat THR sebagai uang tambahan untuk konsumsi, padahal jika sebagian dialihkan menjadi investasi, perempuan bisa membangun kemandirian finansial tanpa harus menunggu penghasilan besar,” jelasnya.
Untuk membangun semangat investasi melakukan pendekatan sederhana sering kali lebih efektif.
“Tidak perlu langsung menjadi investor ahli, kuncinya adalah membangun kebiasaan kecil yang konsisten,” pesan Wakil Sekretaris 1 HIPMI Syariah Sulawesi Selatan itu.
Berikut 7 (tujuh) langkah praktis yang bisa dilakukan perempuan untuk mengubah THR menjadi investasi versi Ria Andriany R.A.
1. Sisihkan minimal 30 persen untuk masa depan
Banyak pakar keuangan menyarankan minimal 30 persen THR dialokasikan untuk tabungan atau investasi.
Persentase ini cukup realistis sehingga kebutuhan Lebaran tetap terpenuhi tanpa mengorbankan masa depan.
2. Lunasi utang kecil terlebih dahulu
Utang konsumtif dengan bunga tinggi bisa menggerus potensi investasi.
Menggunakan sebagian THR untuk melunasi cicilan kecil akan membuat arus kas bulanan lebih sehat.
3. Bangun dana darurat sebelum investasi besar
Dana darurat adalah fondasi keamanan finansial.
Idealnya memiliki tabungan setara 3–6 bulan pengeluaran sebelum berinvestasi lebih agresif.
4. Mulai investasi dari instrumen sederhana
Reksa dana pasar uang, emas digital, atau deposito bisa menjadi pilihan awal dalam berinvestasi.
Instrumen ini relatif mudah dipahami sehingga cocok bagi perempuan yang baru mulai belajar investasi.
5. Terapkan prinsip diversifikasi
Menaruh seluruh uang pada satu instrumen meningkatkan risiko.
Karena itu, membagi THR ke beberapa jenis investasi dapat membuat portofolio lebih stabil ketika pasar bergejolak.
6. Investasi pada diri sendiri
Pelatihan, kursus, atau pendidikan juga merupakan investasi.
Peningkatan keterampilan dapat membuka peluang pendapatan baru di masa depan.
7. Gunakan strategi ‘invest dulu, belanja kemudian’
Setelah dana investasi dipisahkan, barulah sisanya digunakan untuk kebutuhan Lebaran.
Cara ini membantu menghindari kebiasaan impulsif yang sering membuat THR cepat habis.
THR sebenarnya bukan sekadar uang tambahan, bisa menjadi awal perjalanan menuju kebebasan finansial, terutama bagi perempuan yang ingin lebih mandiri secara ekonomi.
“Pengelolaan uang bukan tentang seberapa besar penghasilan seseorang, melainkan seberapa bijak ia mengalokasikannya,” kata Ria Andriany R.A.
Jika setiap tahun sebagian THR diubah menjadi investasi, tanpa disadari aset akan terus bertambah.
Langkah kecil yang dimulai dari THR hari ini bisa menjadi fondasi kemandirian finansial perempuan di masa depan. (*)
PENULIS : Nurwahida
