PARAPUANG.com – Clara Shinta kembali menjadi sorotan setelah memenuhi panggilan klarifikasi di Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), terkait polemik nafkah anak dari mantan suaminya, Denny Goestaf.

Kehadiran selebgram kelahiran Medan, 25 Juni 1996 itu di kantor Komnas PA, Jakarta Timur, Kamis 16 April 2026, bukan tanpa alasan.

Ia menegaskan bahwa tujuannya bukan untuk memutus hubungan ayah dan anak, melainkan mengatur pola pertemuan yang sehat sekaligus menuntut tanggung jawab yang selama ini dinilai belum dipenuhi.

“Kedatangan saya ke sini (Komnas Perlindungan Anak) itu berkonsultasi untuk mengatur jadwal pertemuan anak tapi dengan catatan tertentu. Saya minta mantan suami memenuhi tanggung jawabnya atas nafkah pokok saja, seperti uang sekolah,” ujarnya.

Baca Juga :  Astrid Kuya Tanggapi Penjarahan Rumahnya, Doakan Pelaku: Semoga Bermanfaat

Clara menaruh harapan besar agar mantan suaminya dapat menjadi sosok ayah yang bertanggung jawab.

Pemilik nama lengkap Elisabeth Clara Shinta Aritonang ingin anaknya tumbuh dengan figur teladan yang hadir, bukan hanya secara emosional, tetapi juga secara finansial.

Realitas yang dihadapi Clara selama ini cukup berat.

Sejak anaknya lahir, ia mengaku harus berjuang sendiri untuk memenuhi seluruh kebutuhan, termasuk pendidikan.

Dirinya bahkan menyebut tidak pernah menerima nafkah dari Denny Goestaf hingga saat ini.

“Jadi, tolong berikan nafkah untuk anak. Yang seharusnya saja, soal sekolah dia. Sejauh ini tak satu rupiah pun nafkah dia berikan untuk anaknya sampai hari ini,” katanya.

Putusan perceraian sebenarnya telah mengatur kewajiban nafkah sebesar Rp5 juta per bulan.

Baca Juga :  Olla Ramlan Pamer Momen Romantis di Gili Meno Bareng Pacar Brondong

Namun, Clara menilai angka tersebut masih jauh dari cukup untuk menutupi biaya pendidikan anak di masa sekarang.

Ia menyayangkan sikap mantan suaminya yang menuntut hak bertemu anak, tetapi belum menjalankan kewajiban sebagai orang tua.

“Makanya itu yang sangat saya sayangkan dia menuntut untuk bertemu anak saya, tapi tidak memenuhi tanggung jawabnya pada anak. Di putusan cerai kan besaran nafkah hanya Rp5 juta per bulan. Itu jauh dari biaya sekolah anak saya,” ujar Clara Shinta.

Kasus ini kembali mengingatkan publik bahwa tanggung jawab orang tua tidak berhenti pada hubungan emosional semata.

Kewajiban finansial menjadi bagian penting dalam menjamin masa depan anak, terutama di tengah biaya pendidikan yang terus meningkat.(*)

Baca Juga :  Anisa Bahar Pernah Tak Akui Juwita sebagai Anaknya, Ini Alasan Sebenarnya

PENULIS : Alin Imani