Meski banyak sisi positif, kehamilan di usia lebih dari 40 tahun tetap membawa tantangan kesehatan yang tidak bisa diabaikan.
Dokter spesialis obstetri dan ginekologi Brittanny Keeler menjelaskan bahwa istilah advanced maternal age digunakan untuk kehamilan pada usia 35 tahun ke atas.
Menurut American College of Obstetricians and Gynecologists, kualitas dan jumlah sel telur perempuan mulai menurun setelah usia 35 tahun.
Kondisi ini meningkatkan risiko keguguran, gangguan genetik, tekanan darah tinggi saat hamil, diabetes gestasional, hingga persalinan prematur.
“Dokter kandungan Anda tidak salah ketika menyarankan agar selesai memiliki anak sebelum usia 40 tahun,” kata Dr. Keeler.
“Itu bukan untuk menakut-nakuti atau mengatur hidup Anda. Kami hanya ingin pasien memiliki informasi selengkap mungkin agar bisa membuat keputusan terbaik untuk dirinya dan keluarganya,” lanjutnya.
Ia menegaskan bahwa usia tetap menjadi faktor risiko utama, bahkan pada perempuan yang secara fisik sehat.
“Walaupun Anda benar-benar sehat dan tidak memiliki masalah medis apa pun, usia tetap menjadi faktor risiko terbesar terkait komplikasi kehamilan,” jelasnya.
Karena itu, pemeriksaan kesehatan dan perencanaan matang menjadi langkah penting bagi perempuan yang ingin hamil di usia matang.
Stigma Sosial Masih Membayangi
