PARAPUANG.com, Makassar – Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Republik Indonesia, Prof. Stella Christie, Ph.D., mendorong para dosen untuk lebih aktif dalam menulis dan mempublikasikan karya ilmiah sebagai bagian dari pengembangan karier dan kontribusi nyata terhadap kemajuan ilmu pengetahuan.

Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Stella Christie saat menjadi narasumber dalam Workshop Kamp Inklusif Penelitian Artikel Ilmiah dan Publikasi Internasional yang digelar di Balai Sidang Muktamar Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar, Rabu, 23 Juli 2025.

Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan Kemendikti Sainstek dengan Unismuh Makassar.

Dalam pemaparannya, Prof. Stella Christie menegaskan bahwa menulis karya ilmiah bukanlah sekadar menyusun laporan, melainkan upaya mengomunikasikan hasil penelitian dengan cara yang meyakinkan dan terstruktur.

“Writing is structured thinking, menulis adalah cara mengatur pikiran secara logis dan runut,” ujarnya di hadapan ratusan peserta dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia.

Baca Juga :  Dekranasda Makassar Pamerkan Produk Kerajinan Unggulan pada HUT ke-45 Dekranas di Balikpapan

Alumni Ph.D. Psikologi Kognitif, Northwestern University itu memperkenalkan tiga pilar utama dalam penulisan ilmiah, yaitu, Structured Thinking yakni menulis sebagai proses berpikir yang logis dan sistematis.

Kedua adalah Learned Through Practice adalah kemampuan menulis diperoleh lewat latihan yang konsisten.

Ketiga Communicating, dimana menulis sebagai sarana menyampaikan gagasan dalam diskusi ilmiah global.

Perempuan kelahiran Medan, 11 Januari 1979 itu juga mengimbau agar para akademisi tidak takut memulai.

“Don’t wait until it’s perfect, menulis itu seperti menyusun daftar belanja runut, fungsional, dan langsung dimulai,” tegasnya.

Dirinya turut membantah anggapan bahwa publikasi ilmiah selalu mahal, menurutnya, itu hanyalah mitos kesalahpahaman yang muncul karena banyaknya jurnal tidak kredibel yang menetapkan biaya tinggi.

Baca Juga :  Sri Mulyani Pastikan Tak Ada Pajak Baru dan Kenaikan Tarif di 2026

“Yang mahal itu biasanya jurnal bodong, sekarang banyak jurnal kredibel dan terjangkau, bahkan ada yang gratis,” jelasnya.

Workshop yang berlangsung hingga 25 Juli ini disambut antusias, terutama oleh peserta dari luar Makassar, Prof. Stella mengaku terkesan dengan suasana hangat dan ramah yang ia temukan di Unismuh Makassar.

“Saya tidak menyangka sambutannya sehangat ini, terima kasih atas penerimaan luar biasa,” tuturnya.

Kegiatan ini juga dilengkapi dengan sesi tanya jawab interaktif seputar strategi penulisan ilmiah dan publikasi di jurnal bereputasi internasional.

Rektor Unismuh Makassar, Dr. Ir. Abd. Rakhim Nanda, ST., MT., IPU, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kampusnya sebagai tuan rumah acara nasional ini.

“Ini kehormatan besar bagi Unismuh, momentum strategis ini mendorong mutu akademik kami semakin kuat,” ungkapnya.

Baca Juga :  Rimaya Skin Gelar Community Gathering bersama Instruktur Senam, Perkuat Silaturahmi dan Pemberdayaan Ekonomi

Abdul Rakhim Nanda juga memaparkan capaian institusional Unismuh yang kini telah membina 57 program studi, termasuk 8 program pascasarjana dimana 54% program studi telah meraih akreditasi Unggul,

“Seluruh lembaga telah tersertifikasi ISO, masuk dalam pemeringkatan Times Higher Education (THE) Impact Ranking 2025 sebagai PTS terbaik di luar Pulau Jawa,” bebernya.

Sebagai penutup, ia memperkenalkan tagline kampus: I-GIFT (Integrated, Green, Islamic, Futuristic) sebagai wujud visi global Unismuh.

Salah satu peserta, Prof. Dr. Dra. Nurlina Subair, M.Si, menyebut materi yang dibawakan Prof. Stella sebagai pencerahan besar bagi dunia akademik.

“Penekanan bahwa menulis bukan sekadar melaporkan, tetapi mengomunikasikan secara meyakinkan adalah hal yang sering terlupakan di lingkungan akademik kita,” pungkasnya.(*)

Penulis : Nurwahida