PARAPUANG.com, Makassar – Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, mengajak seluruh kader PKK untuk mengambil peran sebagai garda terdepan dalam membentuk keluarga yang cerdas, aman, dan bijak memanfaatkan internet di tengah derasnya arus informasi digital.

Ajakan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Gerakan Keluarga Cerdas Berinternet bertema “Upgrade Dirimu, Upgrade Keluargamu: Ibu Muda Berdaya di Tengah Banjir Informasi” yang merupakan program kerja Pokja II TP PKK Kota Makassar, Kamis, 4 Juni 2026.

Kegiatan ini dihadiri jajaran pengurus TP PKK Kota Makassar, mulai dari sekretaris, bendahara, para ketua kelompok kerja, pengurus kecamatan se-Kota Makassar, hingga para kader PKK.

Pada kesempatan itu, Melinda menyoroti perubahan besar yang terjadi akibat perkembangan teknologi digital.

Ia membandingkan kondisi saat ini dengan masa ketika generasinya tumbuh pada era 1980-an hingga 1990-an, saat akses informasi masih sangat terbatas.

Baca Juga :  Melinda Aksa Gaungkan Lubang Biopori: Solusi Hijau Atasi Sampah Organik di Makassar

“Anak-anak kita sekarang tumbuh bersama smartphone, tablet, dan berbagai platform digital. Apalagi sejak pandemi COVID-19, penggunaan gadget menjadi bagian dari kebutuhan belajar sehari-hari,” ujarnya.

Meski internet menghadirkan banyak manfaat, Melinda menilai orang tua perlu memahami berbagai risiko yang mengintai anak-anak di ruang digital.

Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah penggunaan media sosial tanpa pengawasan.

“Anak-anak tidak boleh sembarangan membagikan foto, lokasi, sekolah, maupun informasi pribadi lainnya di media sosial. Di era kecerdasan buatan atau AI saat ini, penyalahgunaan data dan identitas digital dapat terjadi dengan sangat mudah,” jelasnya.

Menurut Melinda, orang tua harus menjadi contoh dalam penggunaan media sosial yang sehat dan bertanggung jawab.

Kebiasaan membagikan informasi pribadi secara berlebihan dinilai dapat meningkatkan risiko kejahatan digital dan penyalahgunaan data.

Baca Juga :  Wujudkan Generasi Cerdas, Melinda Aksa Gaungkan Kewajiban PAUD bagi Anak Makassar

Ia menggambarkan internet sebagai pisau bermata dua.

Di satu sisi memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi dan berkomunikasi, namun di sisi lain menyimpan berbagai ancaman yang dapat memengaruhi keamanan maupun tumbuh kembang anak.

“Karena itu, saya harap para orang tua untuk selalu mendampingi anak saat menggunakan internet, termasuk ketika mengakses konten yang terlihat aman dan ditujukan untuk anak-anak. Pengawasan tersebut penting untuk memastikan materi yang ditonton sesuai dengan usia dan kebutuhan mereka,” jelasnya.

Melinda berharap kegiatan ini mampu memperkuat pemahaman kader PKK terkait literasi digital dan perlindungan anak.

Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat diteruskan kepada keluarga dan masyarakat sehingga manfaatnya semakin luas dirasakan.

Kegiatan tersebut juga menghadirkan dosen Teknologi Informasi, Abdillah SAS, sebagai narasumber.

Ia memaparkan berbagai ancaman keamanan digital yang kini semakin sering terjadi di masyarakat.

Baca Juga :  Di Pelantikan YKI Bantaeng, Prof Warsinggih Ungkap Bahaya Kanker Kolon

Abdillah mengingatkan pentingnya menjaga privasi di dunia maya, termasuk menghindari kebiasaan membagikan aktivitas secara langsung atau real time, terutama yang berkaitan dengan lokasi, perjalanan, maupun data pribadi.

Materi lainnya disampaikan oleh Mugniar Marakarma, penulis, mom blogger, sekaligus content creator.

Ia mengulas bahaya over sharing atau membagikan informasi pribadi secara berlebihan di media sosial.

Menurut Mugniar, jejak digital yang tersebar di internet dapat bertahan dalam waktu lama dan berpotensi dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Karena itu, setiap pengguna media sosial perlu lebih selektif dan bijak sebelum mengunggah informasi pribadi.

Gerakan Keluarga Cerdas Berinternet menjadi bukti komitmen TP PKK Kota Makassar dalam mendorong peningkatan literasi digital sekaligus memperkuat perlindungan anak di tengah pesatnya perkembangan teknologi. (*)

PENULIS : Dwi Ayu Artantiati Putri