PARAPUANG.com, Makassar – Indonesia Gastrodiplomacy Series (IGS) 2026 menjadi panggung strategis bagi Kota Makassar untuk memperkuat diplomasi budaya sekaligus mengenalkan potensi ekonomi kreatif ke level internasional.
Ketua Dekranasda Kota Makassar, Melinda Aksa, menilai ajang ini sebagai langkah penting untuk menegaskan identitas budaya daerah serta membuka peluang kerja sama global yang lebih luas.
Pernyataan itu disampaikan Melinda saat membuka pameran dagang lokal bertajuk “The Taste and Craft of Makassar” di kawasan Anjungan Pantai Losari, Rabu, 24 Juni 2026.
Pameran tersebut menjadi bagian penting dari rangkaian besar IGS 2026 yang menghadirkan delegasi dari berbagai negara.
Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan itu, di antaranya Katharine Grace, Sinta Ekawati Subolo, serta para pendamping delegasi internasional.
Melinda menegaskan, pameran ini bukan sekadar etalase budaya, tetapi titik awal perjalanan panjang yang diharapkan meninggalkan jejak penting bagi perkembangan Kota Makassar.
“Ini adalah awal dari sebuah perjalanan panjang yang kami harapkan akan menjadi warisan berharga bagi Kota Makassar ke depannya. Kami ingin membuka babak baru dalam diplomasi budaya dan menegaskan bahwa Makassar siap menjadi pintu gerbang yang terbuka luas bagi kerja sama antarbangsa,” ujarnya.
Apresiasi juga ia sampaikan kepada Pemerintah Kota Makassar atas dukungan yang diberikan kepada para perajin tenun tradisional dan pelaku ekonomi kreatif untuk tampil dalam forum internasional.
Dukungan tersebut dinilai menjadi jembatan penting yang menghubungkan kekayaan budaya lokal dengan peluang ekonomi global.

Pameran “The Taste and Craft of Makassar” menghadirkan beragam produk unggulan daerah, mulai dari kerajinan tangan, tenun tradisional, fesyen lokal, hingga kuliner khas Makassar.
Kehadiran produk-produk ini menjadi representasi kekayaan budaya Sulawesi Selatan yang sarat nilai tradisi dan inovasi.
Sementara itu, Katharine Grace Fadli Zon memberikan apresiasi atas kolaborasi yang terbangun dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, Makassar telah lama dikenal sebagai gerbang Indonesia Timur yang menjadi titik temu berbagai budaya, gagasan, dan persahabatan lintas bangsa.
“Makassar merupakan kota yang sejak lama dikenal sebagai gerbang perjalanan di kawasan Indonesia Timur dan menjadi titik pertemuan berbagai budaya, gagasan, serta persahabatan yang terus tumbuh hingga saat ini,” ucapnya.
Katharine menilai setiap karya yang dipamerkan bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga membawa identitas budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Inovasi para pelaku UMKM menjadi bukti bahwa warisan budaya lokal mampu terus berkembang mengikuti zaman.
Melalui momentum tersebut, Dekranasda Kota Makassar ingin agar produk lokal semakin dikenal secara global, membuka peluang kerja sama ekonomi kreatif, sekaligus memperkuat posisi Makassar sebagai kota yang aktif membangun diplomasi budaya melalui kekayaan warisan dan kreativitas masyarakatnya.
