PARAPUANG.com, Makassar – Puluhan Kader PKK Makassar mendapat pelatihan khusus mengolah sampah rumah tangga menjadi produk ramah lingkungan bernilai ekonomi.

Kegiatan ini menjadi langkah nyata mendorong ibu rumah tangga lebih kreatif memanfaatkan limbah sekaligus membuka peluang usaha baru di tengah tren gaya hidup hijau yang semakin berkembang.

TP PKK Kota Makassar berkolaborasi dengan Artani menggelar pelatihan pemanfaatan limbah rumah tangga di Auditorium PKK Kota Makassar, Kamis, 18 Juni 2026.

Program kerja Pokja II TP PKK Kota Makassar itu mengusung tema “Modifikasi Limbah Jadi Rupiah: Rahasia Ibu Rumah Tangga Mandiri Finansial” dan diikuti kader dari berbagai kecamatan.

Fokus utama pelatihan adalah praktik langsung pembuatan eco enzyme, sabun cuci berbahan eco enzyme, serta lilin dari minyak jelantah.

Baca Juga :  Sitti Husniah Talenrang Buka Gelaran Beautiful Malino 2025, Puluhan Ribu Pengunjung Padati Hutan Pinus

Materi tersebut dirancang agar peserta dapat langsung menerapkannya di rumah.

Fasilitator dari Artani, Muhammad Sahir, memperkenalkan eco enzyme sebagai cairan serbaguna hasil fermentasi sampah organik seperti kulit buah dan sayuran.

“Bahan yang digunakan ini sangat sederhana, murah, dan mudah ditemukan di dapur rumah tangga,” katanya.

Antusiasme peserta terlihat saat praktik pembuatan eco enzyme dimulai.

Mereka belajar mencampur limbah organik, gula merah, dan air sebagai bahan utama fermentasi.

Hasilnya dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga hingga produk kebersihan.

Pelatihan berlanjut dengan pembuatan sabun cuci ramah lingkungan berbahan dasar eco enzyme.

Produk ini dinilai lebih aman sekaligus hemat biaya karena memanfaatkan bahan yang sebelumnya dianggap limbah.

Baca Juga :  YKI Sulsel Sukses Menggelar Seminar Hari Ibu, Perkuat Peran Wanita Hadapi Kanker

Sesi berikutnya tak kalah menarik, minyak jelantah yang biasanya dibuang begitu saja diolah menjadi lilin yang aman digunakan dan punya nilai jual.

Teknik penyaringan, pencampuran, hingga proses cetak diperagakan langsung oleh fasilitator.

Kartini, kader PKK dari Kecamatan Panakkukang, mengaku pelatihan tersebut memberinya wawasan baru tentang pemanfaatan sampah rumah tangga.

“Bagus sekali, saya puas karena mendapatkan banyak pengetahuan. Baru kali ini saya tahu kalau eco enzyme bisa dibuat dari bahan-bahan yang gampang didapat di rumah. Saya jadi tertarik untuk mencoba membuatnya sendiri,” ujarnya.

Peserta lain, Wati dari Kecamatan Rappocini, melihat peluang bisnis dari produk ramah lingkungan tersebut.

“Eco enzyme dan lilin dari minyak jelantah memiliki potensi pasar yang cukup baik karena memanfaatkan bahan murah, mudah diperoleh, serta sejalan dengan tren gaya hidup ramah lingkungan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Nurkanaah Minta TDA Bangun Ekosistem Kewirausahaan Mahasiswa di Sidrap

Sekretaris TP PKK Kota Makassar, Andi Zubaedah Hafid, berharap keterampilan ini tidak berhenti di ruang pelatihan.

“Ilmu yang diperoleh diharapkan bisa dibagikan kepada masyarakat luas agar limbah rumah tangga tak lagi berakhir menjadi sampah, melainkan sumber penghasilan tambahan bagi keluarga,” pungkasnya.(*)

PENULIS : Dwi Ayu Artantiati Putri