PARAPUANG.com, Makassar – Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari, SH., M.Si kembali menegaskan komitmennya dalam menekan angka kemiskinan di daerah.
Komitmen itu diperkuat lewat penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Direktur Politeknik STIA LAN Makassar, Dr. Sulaeman Fattah, M.Si, sebagai langkah strategis membangun sinergi antara pemerintah daerah dan dunia pendidikan.
Penandatanganan kerja sama tersebut berlangsung di Aula Politeknik STIA LAN Makassar, Senin, 15 Juni 2026.
Kesepahaman ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia.
Andi Ina Kartika Sari menyebutkan bahwa isu penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Barru menjadi fokus utama dalam kolaborasi ini.
“Kami menilai keterlibatan perguruan tinggi sangat penting untuk menghadirkan solusi berbasis riset dan kebijakan yang tepat sasaran,” ujarnya.
Usai penandatanganan MoU, politisi Partai Golkar itu langsung memberikan kuliah umum di hadapan civitas akademika dengan tema “Strategi Penanggulangan Kemiskinan Kabupaten Barru.”
Pada kesempatan itu, perempuan kelahiran 7 Mei 1975 itu memaparkan berbagai langkah konkret yang telah dan akan dilakukan pemerintah.
Strategi tersebut meliputi pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, penguatan perlindungan sosial, hingga membangun kerja sama lintas sektor.
“Langkah ini sangat penting karena dampaknya menyentuh langsung kehidupan masyarakat, terutama keluarga prasejahtera yang membutuhkan akses lebih luas terhadap pekerjaan, pendidikan, dan layanan dasar,” jelasnya.
Sementara itu, Sulaeman Fattah, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama tersebut.
Ia menilai sinergi antara kampus dan pemerintah daerah dapat melahirkan inovasi kebijakan, kajian ilmiah, serta solusi nyata untuk mendukung pembangunan daerah.
“Kami berharap kolaborasi ini tak hanya berhenti pada penandatanganan dokumen, tetapi mampu melahirkan program berkelanjutan yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Barru,” ucapnya.
Beberapa civitas akademika aktif menyampaikan pertanyaan terkait strategi pemerintah membuka peluang kerja, mengatasi kemiskinan, hingga peran generasi muda dalam pembangunan daerah.
Dialog tersebut menjadi bukti bahwa isu kemiskinan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan akademisi dan generasi muda untuk menciptakan perubahan yang nyata. (*)
PENULIS : Ayu Fitriana
