PARAPUANG.com, MAKASSAR – Pembelajaran Deep Learning–Project Based Learning (PjBL) mulai menjadi perhatian dalam upaya menghadirkan proses belajar yang lebih bermakna.
Pendekatan tersebut tidak sekadar mendorong siswa memahami materi, tetapi mengajak mereka berpikir kritis, mengeksplorasi persoalan, berkolaborasi, hingga menghasilkan solusi.
Konsep inilah yang diangkat Universitas Negeri Makassar (UNM) dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di SMA Hang Tuah Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 24 Agustus 2026.
Kegiatan bertajuk Pelatihan Pendekatan Deep Learning bagi Guru di SMA Hang Tuah Makassar untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Berbasis Project Based Learning tersebut dirancang untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru.
Program ini hadir sebagai respons terhadap kebutuhan pengembangan pembelajaran yang lebih inovatif, kontekstual, aktif, serta berpusat pada peserta didik.
Ketua Tim PKM, Prof. Dr. Thamrin Tahir, M.Si., mengatakan pendekatan Deep Learning terletak pada proses belajar yang membuat siswa benar-benar memahami konsep, bukan sekadar menghafal materi.
“Esensi Deep Learning adalah membawa peserta didik dari sekadar mengetahui menuju memahami, merefleksikan, kemudian mampu menerapkan pengetahuan dalam situasi nyata. Ketika pendekatan ini dipadukan dengan Project Based Learning, siswa memperoleh ruang untuk mengeksplorasi persoalan, bekerja sama, berpikir kritis, serta menghasilkan solusi,” jelasnya.
Menurutnya, pendekatan Deep Learning–PjBL semakin relevan menghadapi perubahan kebutuhan pendidikan saat ini hingga masa mendatang.
Guru tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi menjadi fasilitator yang menciptakan pengalaman belajar agar siswa memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, komunikasi, serta pemecahan masalah.
“Era saat ini membutuhkan generasi yang mampu beradaptasi terhadap perubahan. Era mendatang akan menuntut kemampuan yang lebih kompleks, sehingga pembelajaran harus memberi pengalaman nyata kepada siswa untuk berpikir, mencoba, menemukan, mengevaluasi, serta menghasilkan sesuatu yang bermakna,” lanjut Prof. Dr. Thamrin.
Pelaksanaan PKM dilakukan secara bertahap, mulai dari persiapan, pelatihan, praktik, implementasi, pendampingan, hingga evaluasi.
Guru tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual mengenai Deep Learning, tetapi juga dilatih menyusun modul ajar, lembar kerja proyek, asesmen autentik, serta skenario pembelajaran berbasis proyek.
Kepala SMA Hang Tuah Makassar, Nasrul, S.Pd., menuturkan bahwa pelatihan memberikan kesempatan kepada guru untuk memperkaya strategi pembelajaran sekaligus menyesuaikannya dengan kebutuhan peserta didik.
“Kami menyambut baik kegiatan PKM ini karena memberikan penguatan bagi guru untuk mengembangkan pembelajaran yang lebih aktif dan berpusat pada siswa. Pendekatan Deep Learning yang dipadukan dengan PjBL dapat menjadi salah satu cara untuk membuat proses belajar lebih menarik, kontekstual, serta mendorong siswa terlibat secara langsung,” ucapnya.

Ia berharap hasil pelatihan dapat diterapkan secara berkelanjutan di kelas.
Sekolah juga diharapkan mampu mengembangkan budaya belajar guru melalui kolaborasi serta evaluasi bersama sehingga inovasi pembelajaran tidak berhenti setelah kegiatan selesai.
Model inovasi yang dikembangkan dalam PKM ini turut memanfaatkan teknologi pembelajaran digital, seperti media interaktif, Learning Management System (LMS), serta aplikasi evaluasi.
Rangkaian tersebut diarahkan untuk mendukung pembelajaran yang aktif, kolaboratif, kontekstual, serta relevan dengan tuntutan abad ke-21.
Tim PKM terdiri atas Prof. Dr. Thamrin Tahir, M.Si., Dr. Ir. Hj. Marhawati, M.Si., Dr. Drs. H. Muhlis, M.M., Nurjannah, S.Pd., M.Pd., serta Nurwahida, S.Pd., MA TESOL.
Masing-masing anggota memiliki peran dalam pelatihan, pengembangan materi, penerapan teknologi, evaluasi, hingga pendampingan program.
Program ini diharapkan menjadi praktik baik yang dapat diterapkan secara berkelanjutan di SMA Hang Tuah Makassar.
Pembelajaran berbasis Deep Learning–PjBL pada akhirnya bukan hanya tentang menyelesaikan sebuah proyek, tetapi membangun pengalaman belajar yang membantu siswa memahami persoalan, menemukan solusi, serta memiliki keterampilan untuk menghadapi tantangan masa depan. (*)
PENULIS : Dwi Ayu Artantiati Putri
