PARAPUANG.com, JENEPONTO – Keterlibatan perempuan dalam menggerakkan roda ekonomi kerakyatan dan menjaga kelestarian lingkungan semakin nyata terlihat.

Pada pameran MRP Fun Run 2026 yang dihelat pada 29 hingga 30 Agustus 2026, sosok-sosok perempuan tangguh dari kelompok binaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PT PLN Nusantara Power (NP) Unit Pembangkitan (UP) Punagaya tampil memukau.

Keterlibatan aktif ST Rosminah Hamaddin dari UMKM Cahaya Mallasoro dan Taruni Karmila dari TPS3R Kalabbirang menjadi bukti otentik bahwa pemberdayaan perempuan mampu melahirkan kemandirian finansial sekaligus solusi lingkungan dengan potensi yang berdampak luas di tengah masyarakat.

Selama dua hari penyelenggaraan, para srikandi lokal ini dengan lugas mempromosikan produk dan inovasi mereka kepada para peserta lari maupun pengunjung umum.

ST Rosminah Hamaddin sukses menarik minat pengunjung lewat produk olahan UMKM-nya yang berdaya saing, sementara Taruni Karmila aktif mengedukasi publik terkait hasil pengelolaan limbah terpadu bernilai ekonomis.

Ekosistem pembinaan ini juga disempurnakan oleh kolaborasi sinergis kelompok lain, seperti inovasi pertanian dari Kelompok Tani (KT) RELIEF Punagaya yang diwakili Ramadhan, serta UMKM Bonto Bangkala oleh Abdul Haris, yang saling bahu-membahu memajukan produk lokal Jeneponto.

Dedikasi para perempuan penggerak ekonomi ini mendapat atensi istimewa pada puncak acara, Minggu, 30 Agustus 2026.

Area stan pameran secara khusus disambangi oleh jajaran petinggi daerah, meliputi Sekretaris Daerah (Sekda) Jeneponto, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, serta Camat Bangkala dan Camat Tamalatea.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan yang terpukau dengan kualitas produk memberikan apresiasi khusus terhadap kiprah para ibu. “Perempuan memiliki peran sentral dalam memastikan ketahanan pangan dan ekonomi keluarga.

Melihat inovasi dari ibu-ibu UMKM Cahaya Mallasoro dan TPS3R Kalabbirang hari ini, kita semakin yakin bahwa pendampingan yang inklusif sangat efektif untuk mencetak pahlawan ekonomi yang mandiri, berani tampil, dan inovatif,” paparnya di sela-sela peninjauan.

Keberhasilan para kelompok binaan tampil percaya diri di ruang publik merupakan buah dari pendampingan terstruktur yang dikawal langsung oleh Community Development Officer (CDO) PLN NP UP Punagaya.

Mulai dari penataan kelembagaan, perbaikan desain kemasan, hingga strategi branding, pembinaan dirancang untuk menyentuh akar kebutuhan kelompok.

“Program pemberdayaan ini difokuskan pada peningkatan kapasitas dan mentalitas wirausaha, khususnya bagi para perempuan. Ketika perempuan diberi ruang untuk berdaya secara ekonomi dan keterampilan, efek gandanya akan langsung terlihat pada peningkatan kesejahteraan keluarga serta kemajuan komunitas sekitarnya,” jelas Novita.

Kiprah inspiratif ST Rosminah Hamaddin dan Taruni Karmila di ajang MRP Fun Run 2026 diharapkan mampu menjadi katalisator yang memotivasi lebih banyak perempuan di Kabupaten Jeneponto.

Melalui komitmen berkelanjutan PLN NP UP Punagaya, ruang-ruang berekspresi dan berekspansi bagi pelaku usaha mikro akan terus dibuka lebar, guna mewujudkan tatanan ekonomi inklusif yang kuat dan tangguh berawal dari desa. (*)

PENULIS : Rosmiati Lantara