PARAPUANG.com – Di balik senyumnya yang teduh, tersimpan perjalanan panjang penuh perjuangan.
Prof. Dr. Nurlina Subair, M.Si, perempuan kelahiran Makassar 15 Desember 1961, adalah sosok inspiratif yang mengabdikan hidupnya untuk ilmu pengetahuan, kemanusiaan dan perjuangan melawan kanker payudara.
Saat ini, Prof Nurlina Subair dikenal sebagai dosen Program Studi Pendidikan Sosiologi di Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar.
Ia adalah lulusan Program Doktor Sosiologi Universitas Negeri Makassar (UNM) dan telah mengemban berbagai amanah publik, seperti anggota Badan Pengawas Terminal Kota Makassar, bendahara BP3M Makassar, Dewan Pengawas RSUD Makassar, hingga kini dipercaya menjadi Tim Ahli Wali Kota Makassar.
Namun di balik sederet prestasi tersebut, perjalanan hidup Prof Nurlina pernah terguncang oleh kenyataan pahit, kanker payudara.
“Pada 2012 saya didiagnosis kanker payudara stadium awal, rasa takut menyelimuti, tapi saya memilih melawan dan menyelesaikan studi doktor saya,” ungkapnya mengenang masa kelam yang menjadi titik balik dalam hidupnya.
Tak hanya berjuang demi kesembuhan pribadi, Prof Nurlina Subair menjadikan pengalaman tersebut sebagai panggilan hidup.
Dirinya kemudian mendirikan Makassar Cancer Care Community (MC3), sebuah komunitas yang menghimpun para penyintas kanker, dokter, tenaga kesehatan, dan relawan.
MC3 hadir untuk memberikan edukasi, dukungan moral, dan motivasi bagi para pasien kanker, khususnya perempuan yang kerap merasa putus asa.
“Kami hadir mendampingi para penyintas kanker, memberikan mereka semangat untuk kuat berjuang bahkan membantu pengobatannya,” bebernya.
Perjuangannya tak berhenti di situ, pada tahun 2020, di tengah upaya meraih gelar Profesor, ia kembali harus menghadapi kanker payudara untuk kedua kalinya.
Namun semangatnya tak padam, ia terus berbagi pengalaman dan menginspirasi banyak orang melalui berbagai forum nasional dan internasional.
Ia sering diundang untuk menjadi pemateri ataupun mengikuti konferensi internasional terkait kanker di berbagai negara.
“Perjuangan saya bukan hanya untuk sembuh, tetapi juga untuk membantu sesama agar tak menyerah dengan penyakit ini,” tuturnya haru.
Dedikasinya dalam kegiatan sosial kemasyarakatan membawanya ke berbagai organisasi.
Ia pernah menjadi Wakil Sekretaris PKK Kota Makassar, anggota Asosiasi Advokasi Kanker Perempuan Indonesia (A2KPI), Yayasan Kanker Indonesia Sulsel, hingga organisasi Iternsional bergengsi yakni Union for International Cancer Control (UICC).
Atas kiprah dan ketulusannya, Prof Nurlina Subair telah menerima berbagai penghargaan, seperti The Most Inspiring Women dari IWAPI, Lifetime Achievement of Inspiring Women dari DPD Partai NasDem, piagam pemberdayaan perempuan dari Pemkot Makassar, dan Satyalancana Karya Satya Pengabdian 20 Tahun dari Presiden RI.
Prof Nurlina bukan sekadar penyintas kanker, ia adalah simbol ketangguhan perempuan Indonesia, yang menjadikan penderitaan sebagai sumber kekuatan, dan ilmu pengetahuan sebagai senjata untuk mengabdi kepada masyarakat. (*)
Penulis : Nurwahida

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.