PARAPUANG.com, Makassar – Anastasya Tunggadewi, pelajar asal Makassar berhasil masuk daftar 100 Ketua OSIS Terbaik se-Indonesia.

Prestasi itu terasa istimewa karena Tasya, sapaan akrabnya, mengaku pernah tumbuh sebagai remaja yang jauh dari rasa percaya diri dan kerap diragukan kemampuannya.

Siswi SMA Negeri 18 Makassar tersebut lahir di Sidrap pada 11 Oktober 2008.

Sejak kecil, Tasya merasa berbicara di depan umum dan bersosialisasi bukan kemampuan alaminya.

Namun, berbagai keraguan dan cemooh justru menjadi pemantik semangat untuk terus berkembang.

Sejak duduk di bangku sekolah dasar, Tasya aktif mengikuti banyak kegiatan ekstrakurikuler untuk mengejar ketertinggalan yang ia rasakan.

Baginya, kerja keras dan tekun belajar bisa menjadi jalan untuk menutupi kekurangan diri.

Ketekunan itu perlahan membuahkan hasil, ia dipercaya menjadi bagian inti organisasi saat SMP, menjabat Ketua Ekstrakurikuler Basket, hingga akhirnya terpilih sebagai Ketua OSIS SMA Negeri 18 Makassar periode 2024-2025.

Kepercayaan dari orang-orang di sekitarnya membuat Tasya mulai menemukan passion di dunia kepemimpinan.

“Saya merasa tumbuh bersama orang lain jauh lebih menyenangkan dibanding tumbuh sendiri,” ujarnya.

Bekal pengalaman organisasi, personal branding, dan relasi yang ia bangun sejak SMP membuat Tasya mantap maju sebagai calon Ketua OSIS.

Baca Juga :  Marina Budiman, Perempuan Terkaya Indonesia yang Membangun Bisnis Teknologi dari Nol

Hasilnya, ia terpilih dengan dukungan besar dari siswa di sekolahnya.

Tasya mengaku pengalaman paling berharga selama memimpin organisasi adalah melihat teman-temannya bertumbuh bersama.

Namun di balik itu, ada tantangan yang harus ia hadapi, termasuk keraguan sebagian orang terhadap kemampuannya memimpin karena statusnya sebagai perempuan.

“Terdapat beban yang tidak terlihat, serta keraguan dari orang-orang yang menganggap saya tidak mampu memimpin hanya karena saya seorang perempuan,” katanya.

Alih-alih menyerah, Tasya menjadikan keraguan tersebut sebagai motivasi.

Ia merasa tantangan itu membentuk mentalnya menjadi lebih kuat dan tangguh.

Kesempatan besar datang ketika ia menemukan informasi dari akun media sosial BEM UGM tentang program Nusantara Future Leaders.

Kegiatan ini berupa konferensi yang diikuti 100 Ketua Organisasi Tingkat SMA Terbaik se-Indonesia yang diselenggarakan oleh BEM UGM pada 19-22 November 2025.

Mereka yang ingin mengikuti kegiatan tersebut, harus mengikuti seleksi ketat.

Tasya mengikuti berbagai tahapan seleksi, mulai dari video profil, penulisan esai bertema teknologi, hingga penyusunan Curriculum Vitae (CV) prestasi.

Pengalamannya sebagai Sekretaris Forum OSIS Makassar dan Ketua II Musyawarah Kerja Pengurus OSIS Makassar menjadi nilai tambah.

Meski sempat minder karena bersaing dengan ratusan peserta berprestasi, Tasya tetap mencoba hingga akhirnya dinyatakan lolos sebagai satu-satunya pelajar yang mewakili Sulawesi Selatan.

Baca Juga :  Retno Marsudi: Jejak Diplomasi Perempuan Indonesia di Panggung Global

Rasa haru langsung menyelimuti dirinya saat melihat nama sekolahnya tercantum dalam daftar peserta terpilih.

“Bagaimana mungkin anak yang awalnya tidak bisa berbicara lancar dengan banyak orang bisa sampai di titik ini,” ungkapnya.

Bagi Tasya, kepemimpinan bukan sekadar jabatan, ia memandang kepemimpinan sebagai proses pembentukan karakter dan keberanian mengambil tanggung jawab sejak usia muda.

Remaja yang memiliki hobi public speaking, mentoring, coaching, dan literasi itu juga menyoroti tantangan besar generasi Z saat ini.

Menurutnya, derasnya arus informasi di media sosial membuat banyak anak muda kehilangan fokus dan merasa tertekan oleh standar kesuksesan instan.

Meski begitu, Tasya percaya media sosial tetap bisa menjadi ruang positif jika digunakan untuk bertumbuh dan membangun personal branding, bukan sekadar mencari validasi.

Isu pendidikan menjadi perhatian terbesar Tasya sebagai pelajar.

Momen Anastasya Tunggadewi menyampaikan pendapat di ajang Nusantara Future Leaders yang diselenggarakan oleh BEM UGM pada 19-22 November 2025. (foto : dok.pribadi)

Ia prihatin melihat masih banyak anak muda kehilangan harapan karena keterbatasan ekonomi dan akses pendidikan yang belum merata.

“Pendidikan yang layak adalah hak, bukan privilege,” tegasnya.

Saat merasa lelah atau kehilangan motivasi, Tasya biasanya memilih mengambil jeda sejenak untuk me time.

Baca Juga :  Fakta Menarik Vina Anggi Sitorus, Ratu Baru Miss Grand Indonesia 2025

Ia senang pergi ke pusat perbelanjaan, menikmati makanan favorit, atau sekadar berbincang dengan teman dekat untuk mengembalikan semangatnya.

Kini, Tasya tengah menanti hasil seleksi perguruan tinggi impiannya.

Ia bercita-cita menjadi perempuan yang kuat secara pendidikan, memiliki empati tinggi, dan bermanfaat bagi banyak orang.

Ke depan, Tasya ingin mendalami bidang sosial dan humaniora, khususnya sastra serta hukum.

Baginya, kata-kata memiliki kekuatan besar untuk menyuarakan keadilan dan membela mereka yang terpinggirkan.

Di akhir ceritanya, Tasya menyampaikan pesan untuk anak muda, terutama perempuan, agar tidak merasa rendah diri karena usia maupun gender.

“Orang lain bertugas untuk meragukan dan kamu bertugas untuk membuktikan,” tuturnya.

Prestasi Lainnya

  • Finalis Duta Pelajar Kota Makassar (2021)
  • Juara Favorite Festival Bulan Budaya, SMP Negeri 25 Makassar (2021)
  • Juara Terbaik Favorite Pesantren Ramadhan, SMP Negeri 25 Makassar (2021)
  • Peserta Terbaik Bina Akrab FORSISMA (2024)
  • Peserta Terbaik 1 Latih Kader FORSISMA (LKF) (2025)
  • Juara 1 Presentasi Mocktail Creation Career Fest & Hospitality Competition Politeknik Bosowa (2025)
  • Juara 3 Utama Presentasi Gagasan “Generasi Tangguh Menuju Indonesia Emas” PELINDO (2025)
  • SMA Negeri 18 Makassar XII.10 School English Ambassador (2025-2026) (*)

PENULIS : Dwi Ayu Artantiati Putri