PARAPUANG.com, Makassar – Hj. Umiyati, S.Kom menjadi salah satu sosok perempuan yang menarik perhatian di dunia politik Kota Makassar.

Anggota DPRD Kota Makassar dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini membuktikan bahwa kegagalan bukanlah akhir dari perjuangan.

Berbekal ketekunan, pengalaman bisnis, serta kedekatan dengan masyarakat, perempuan yang akrab disapa Ety tersebut akhirnya meraih kepercayaan publik pada Pemilu 2024 lalu.

Perempuan kelahiran Jakarta itu memiliki latar belakang pendidikan yang tidak banyak diduga akan membawanya ke panggung politik.

Ia menempuh pendidikan Manajemen Informatika di STIMIK Dipanegara Makassar.

Namun perjalanan hidup membuktikan bahwa setiap pengalaman dapat menjadi bekal berharga untuk mengabdi kepada masyarakat.

Sebelum aktif di dunia politik, Ety dikenal sebagai pelaku usaha yang mengembangkan bisnis di berbagai sektor.

Perempuan yang hobi nonton ini menjalankan usaha properti melalui PT Prima Karya Bentala Permai.

Selain itu, ia juga mengelola bisnis kecantikan dan perawatan tubuh bernama The Family Spa Makassar.

Pengalaman sebagai pengusaha membuatnya memahami berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi masyarakat dan pelaku usaha.

Ketertarikannya terhadap dunia politik lahir dari keinginan untuk membantu lebih banyak orang melalui ruang pengabdian yang lebih luas.

Baca Juga :  Jelang Lebaran, Legislator Hj Umiyati Sidak Harga Sembako di Pasar Terong

Langkah awal itu dimulai saat maju sebagai calon legislatif pada Pemilu 2009 melalui Partai PNBK di Daerah Pemilihan V Makassar.

Meski belum berhasil, semangatnya tidak pernah surut.

Perjalanan politiknya tidak selalu berjalan mulus, setelah tidak mengikuti kontestasi pada 2014, ia memilih bergabung dengan PPP dan kembali maju pada Pemilu 2019.

Hasil yang diharapkan kembali belum tercapai, namun Ety memilih menjadikan kegagalan sebagai pelajaran berharga.

“Saya percaya bahwa keberhasilan membutuhkan keberanian untuk terus mencoba, belajar dari kegagalan, dan tidak mudah menyerah sampai tujuan tercapai,” ujarnya.

Kesabaran dan konsistensi itu akhirnya membuahkan hasil.

Pada Pemilu 2024, masyarakat memberikan kepercayaan kepadanya untuk duduk sebagai Anggota DPRD Kota Makassar.

Kepercayaan tersebut menurutnya tidak dibangun dalam waktu singkat, melainkan melalui proses panjang hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, serta memperjuangkan kebutuhan warga secara konsisten.

Sebagai anggota Komisi B DPRD Kota Makassar yang membidangi perekonomian dan keuangan, Ety menaruh perhatian besar terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta penataan kepatuhan pajak.

Fokus tersebut sejalan dengan pengalamannya sebagai pelaku usaha yang memahami pentingnya pengelolaan ekonomi daerah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Hasriwati A Rasyid, Perempuan Penggerak Pendidikan dan Pemberdayaan di Sulsel

Bagi Ety, tantangan terbesar sebagai perempuan di dunia politik bukanlah persoalan gender.

Ia justru melihat tanggung jawab untuk menjawab harapan masyarakat sebagai tantangan utama.

“Setiap aspirasi yang disampaikan warga dianggap sebagai amanah yang harus diperjuangkan secara maksimal,” katanya.

Pandangannya terhadap perempuan dalam politik juga sangat optimistis.

Menurutnya, perempuan memiliki peluang yang semakin besar untuk tampil sebagai pemimpin.

“Keberanian, kompetensi, pengalaman, dan integritas menjadi modal utama agar perempuan mampu memberikan solusi nyata bagi masyarakat,” sebutnya.

Saat ini, kesibukannya bukan hanya di dunia politik dan usaha, ia juga diberi amanah untuk menahkodai salah satu organisasi di bidang olahraga.

Dukungan dari 22 perguruan pencak silat mendorongnya maju sebagai Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Makassar.

“Bagi saya, pencak silat ini bukan hanya olahraga, tetapi juga sarana membentuk karakter generasi muda melalui nilai disiplin, sportivitas, budaya, keberanian, dan rasa hormat,” bebernya.

Perjalanan hidupnya juga menyimpan fase-fase berat.

Kegagalan pada Pemilu 2009 dan 2019 menjadi ujian yang tidak mudah dilalui.

Meski sempat merasakan kekecewaan, ia memilih untuk berserah diri kepada Allah SWT dan terus berikhtiar.

Baca Juga :  Warga Soroti Perparkiran, Bansos hingga Insentif Guru Mengaji saat Reses Hj Umiyati di Panaikang

“Pengalaman tersebut mengajarkan saya bahwa setiap kegagalan adalah bagian dari proses menuju waktu dan hasil terbaik yang telah ditentukan-Nya,” ungkap ibu 2 orang anak itu.

Dalam menghadapi tekanan, kritik, maupun dinamika politik, Ety selalu berusaha tetap tenang dan terbuka.

Integritas menjadi prinsip yang terus dijaga agar fokus pengabdian kepada masyarakat tidak terganggu oleh berbagai kepentingan lain.

Prinsip hidup yang paling melekat dalam dirinya adalah “let it flow”.

Dirinya percaya bahwa setiap proses kehidupan memiliki jalannya sendiri.

“Saya juga meyakini bahwa setiap kebaikan yang ditanam, pada waktunya akan kembali dengan cara yang terbaik menurut Allah SWT,” terangnya.

Ke depan, Ety memiliki mimpi besar untuk melihat masyarakat semakin sejahtera, perempuan semakin berdaya, serta generasi muda memiliki ruang yang lebih luas untuk berkembang.

Harapan itu juga ia sematkan pada dunia olahraga, khususnya pencak silat, agar mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang membanggakan Kota Makassar.

Perjalanan Hj. Umiyati menjadi bukti bahwa ketekunan, kesabaran, dan niat tulus untuk mengabdi dapat mengubah kegagalan menjadi keberhasilan. (*)

PENULIS : Nurwahida