PARAPUANG.com, Makassar – Nama Siti Sartika, ST mungkin terdengar biasa. Namun di dunia digital, ia dikenal luas dengan panggilan Momkim.

Nama Momkim sendiri berasal dari penggabungan antaran perannya sebagai ibu (mom) dan nama anak pertamanya, Kim.

Branding sederhana ini justru melekat kuat dan mudah diingat, hingga kini dikenal luas oleh ratusan ribu pengikutnya di media sosial.

Momkim bukan sekadar influencer, ia adalah representasi perempuan modern yang membangun karier dari rumah, memanfaatkan media sosial menjadi sumber penghasilan yang nyata.

Sebelum aktif di media sosial, perempuan kelahiran Ujung Pandang, 29 Juni 1990 pernah bekerja di perusahaan tembakau sejak 2015 hingga 2020.

Kehidupan tidak selalu mudah, latar belakang keluarga yang sederhana membuatnya harus bekerja sambil kuliah di STIE Indonesia, jurusan Akuntansi Perpajakan tahun 2017.

Situasi ini justru membentuk karakter kuat makin mandiri, tangguh, dan penuh perhitungan.

Baca Juga :  Sheila Marcia Mulai Hapus Tato, Ungkap Proses Panjang dan Alasan Spiritual

Momkim tidak datang dari latar belakang selebritas atau publik figur.

Ia membangun semuanya dari nol, mulai dari jualan softlens, kosmetik, cemilan, hingga akhirnya dikenal sebagai content creator dan brand ambassador.

Keunggulannya terletak pada konsistensi, sejak tahun 2016–2017, ia aktif membuat konten yang fresh, mengikuti tren, dan relevan dengan kebutuhan audiens.

Kontennya tidak hanya menjual, tetapi juga memberi informasi dan hiburan.

Perjalanan Hidup dan Titik Balik

Karier digital Momkim dimulai dari jualan online kecil-kecilan.

Ia menjual berbagai produk yang sedang tren, dari kosmetik hingga makanan viral.

“Tidak semua berjalan mulus, awalnya sulit juga mendapatkan perhatian penonton, saya tidak putus asah, pelajari karakter audience hingga akhirnya ada yang tertarik membeli,” ujarnya.

Ibu tiga anak ini bahkan pernah mengalami kerugian karena pelanggan yang membatalkan pesanan dalam jumlah besar.

“Pengalaman ini menjadi titik balik penting, dari situ, saya belajar menerapkan sistem DP untuk mengurangi risiko kerugian yang lebih besar,” sebutnya.

Baca Juga :  Andi Ina Kartika Sari Buka Turnamen Bupati Cup 2025, Mencari Bintang Sepak Bola Masa Depan Barru

Momen lain yang menguji mentalnya terjadi saat pandemi COVID-19, dimana stok barang menumpuk, pelanggan rata-rata membatalkan pesanan, hingga menggerus tabungannya.

Situasi itu sempat membuatnya ingin menyerah, namun satu prinsip hidup yang membuatnya terus bertahan ‘istirahat boleh, menyerah jangan’.

Perjalanan dan pengalamanja dalam berjualan online, membuatnya memberanikan diri meluncurkan brand kecantikan sendiri bernama MOWRA tahun 2024.

“Fokusnya pada produk serum dan perawatan berbasis bahan alami seperti cuka apel,” katanya.

Tidak berhenti di situ, saat ini Momkim juga dipercaya sebagai, Assistant Owner brand FF (skincare dan fashion), Brand Ambassador berbagai produk dan yang terbaru dinobatkan sebagai Seller Ambassador pertama TikTok Shop dan Tokopedia di Makassar sejak April 2026.

Di tengah dunia digital yang cepat dan kompetitif, Momkim memegang satu nilai utama, yakni amanah.

Baca Juga :  Kazyna w Polsce Przewodnik po Grach i Rozrywce

“Kepercayaan adalah aset terbesar, sekali rusak, jejak digital akan sulit diperbaiki,” bebernya.

Prinsip ini tercermin dari komitmennya dalam melayani pelanggan, mulai dari kecepatan pengiriman hingga transparansi transaksi.

Momkim tidak hanya membangun bisnis untuk dirinya sendiri, ia selalu ingin membuka peluang bagi orang lain.

Ke depan, ia berkomitmen mengembangkan marketplace sekaligus memperluas jaringan afiliasi untuk membuka lebih banyak peluang bagi siapa pun mendapatkan penghasilan.

Di tengah kesibukannya sebagai content creator dan pebisnis, Momkim tetap memprioritaskan perannya sebagai ibu dari tiga anak sekaligus istri.

Waktu bersama keluarga pun ia jaga, diselingi momen sederhana seperti camping dan traveling yang menjadi cara melepas penat sekaligus mempererat kebersamaan.

Momkim adalah bukti bahwa kesuksesan di era digital tidak selalu dimulai dari panggung besar.

Kadang, ia lahir dari rumah sederhana, dari layar ponsel, dan dari keberanian untuk terus mencoba. (*)

PENULIS : Nurwahida