PARAPUANG.com, Makassar – Suasana haru menyelimuti halaman Gedung DPRD Kota Makassar, Rabu sore, 3 September 2025.
Ketua DPRD Sulawesi Selatan Andi Rachmatika Dewi bersama bersama Ketua DPRD Kota Makassar Supratman, Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana, serta pengurus Badko HMI Sulsel melaksanakan aksi damai usai insiden pembakaran gedung dewan yang menelan korban jiwa
Aksi ini menjadi simbol perlawanan terhadap demonstrasi anarkis sekaligus penegasan bahwa demokrasi harus dijaga dengan cara yang bermartabat.
Andi Rachmatika Dewi bersama para peserta aksi berdoa bersama dan menaburkan bunga mawar di tiang bendera halaman gedung DPRD Kota Makassar.
Tabur bunga ini menjadi tanda duka cita mendalam atas tragedi pembakaran Gedung DPRD Provinsi Sulsel dan DPRD Kota Makassar.
Usai prosesi tersebut, seluruh peserta aksi melaksanakan shalat ghaib di lokasi.
Tragedi pada 30 Agustus 2025 lalu menjadi catatan kelam perjalanan demokrasi di Bumi Anging Mammiri.
Peristiwa tersebut mengingatkan bahwa aspirasi rakyat harus disampaikan dengan damai, bukan dengan kekerasan.
Dalam pernyataannya, Andi Rachmatika Dewi menyampaikan duka cita yang mendalam kepada seluruh korban, akibat kerusuhan kemarin.
“Tentu ini menjadi luka bersama kita dan berharap kejadian serupa tidak akan terulang kembali dan ini akan menjadi evaluasi kita bersama. Tuntutan teman-teman semua akan kami sampaikan dan kawal sepenuhnya untuk bisa sampai ke pemerintah pusat,” ujarnya.
Menurutnya, aspirasi mahasiswa dan rakyat adalah bagian penting dari demokrasi, namun harus disalurkan melalui mekanisme yang damai, tertib, dan sesuai hukum.
“Kami akan selalu membuka pintu seluas-luasnya mungkin untuk teman-teman menyampaikan aspirasinya dengan cara yang benar. Demokrasi sejati tidak pernah lahir dari api dan kerusuhan, melainkan dari dialog yang sehat dan saling menghargai,” ucapnya.
Politisi Partai Nasdem itu mengajak seluruh pihak menjadikan tragedi ini sebagai pelajaran berharga untuk memperkuat persatuan dan menjaga keamanan daerah.
Melalui aksi damai ini, DPRD Sulsel menegaskan kembali bahwa suara rakyat Sulawesi Selatan adalah prioritas utama.
Setiap aspirasi harus menjadi energi positif dalam memperkuat demokrasi serta menjaga Bumi Anging Mammiri tetap aman, berdaulat, dan penuh kedamaian.(*)
Beberapa waktu lalu alam satu malam, Kota Makassar seakan berubah menjadi lautan api. Fasilitas publik rusak, gedung pemerintahan luluh lantak, dan demokrasi terciderai oleh tindakan destruktif yang mengancam keselamatan masyarakat.
Penulis : Ayu Fitriana

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.