PARAPUANG.com, Makassar – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H menjadi momentum penuh makna bagi pengurus Forum kreatif Cipta Cendekia (FCC).

Acara yang digelar di lantai 3 RM. Ulu Juku 2, Jl. Ujung Pandang No.2, Makassar, Jumat, 5 September 2025 ini mengangkat tema ‘Baginda Rasulullah, Lautan Rahmat, Samudra Kasih yang Tak Bertepi’.

Ketua Umum FCC, Andi Oci Alepuddin, SH, menekankan bahwa peringatan Maulid bukan sekadar seremonial, melainkan pengingat untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW.

“Cinta yang diajarkan Nabi Muhammad SAW bukan hanya dalam kata-kata, tetapi diwujudkan dalam tindakan nyata yang membawa kebaikan dan kedamaian,” sebutnya

Menurutnya, Rasulullah mengajarkan bahwa cinta harus kita sebar kepada siapa pun, tanpa membedakan suku, agama, atau latar belakang.

Baca Juga :  HUT IWAPI ke-51 Tekankan Transformasi Digital Pengusaha Wanita dan Kolaborasi Lintas Sektor

“Dengan cinta, kita bisa memperkuat persatuan dan menghadirkan harmoni seperti samudra yang tak bertepi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Ustad Karamah Abu Bakar Bahmid yang membawakan ceramah menuturkan bahwa kehadiran Rasulullah di muka bumi merupakan rahmat bagi seluruh umat manusia, bahkan untuk semua makhluk.

“Allah SWT itu Maha Mencinta. Dia mencintai semua hamba-Nya tanpa melihat bentuk, agama, maupun status sosial. Karena itu, cinta sejati lahir dari hati yang tulus, tanpa pamrih, dan bukan karena kepentingan sesaat,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa cinta itu timbul dari hati dan tidak mengharapkan balasan dalam bentuk apapun, bukan hadir karena ada kepentingan dan kesenangan semata.

“Makanya jika cinta itu timbul karena ada sesuatu, semisal karena kecantikannya, hartanya maka itu bukan cinta melainkan nafsu. Cinta tidak bisa diukur dengan apapun sehingga membuat seseorang berbuat karena ketulusan dan keikhlasan,” tekannya.

Baca Juga :  Naili Trisal Pastikan Stok dan Harga Bahan Pokok di Palopo Aman Hingga Akhir Tahun

Lebih jauh, dirinya mengingatkan bahwa mencintai Allah SWT harus dimulai dengan mencintai Rasulullah.

“Caranya adalah dengan memperbanyak shalawat, karena hanya Rasulullah yang kelak dapat memberi syafaat di hari akhir,” pesannya.

Peringatan Maulid yang berlangsung penuh khidmat ini menjadi pengingat sekaligus ajakan untuk menumbuhkan cinta kasih di tengah kehidupan masyarakat yang penuh dinamika, agar tercipta persaudaraan dan kedamaian yang hakiki. (*)

Penulis : Nurwahida