PARAPUANG.com, Maros – Program teknologi hijau menjadi sorotan utama pada kegiatan “IWAPI Bersama Kampus” yang digelar Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sulawesi Selatan.

Kegiatan ini dilaksanakan di kawasan Kars Rammang-Rammang, Kamis, 11 Desember 2025.

Agenda bertema Kolaborasi Teknologi Hijau Produk Riset Kampus Bersama Masyarakat Rammang-Rammang ini dirancang untuk mengenalkan inovasi ramah lingkungan yang bisa meningkatkan ekonomi warga, khususnya perempuan di geosite tersebut.

Ketua IWAPI Sulsel, apt. Hj. Ainun Jariah, S. Farm., M. Kes menuturkan bahwa program ini bertujuan membumikan sains dan teknologi kampus agar terasa langsung manfaatnya bagi masyarakat.
“Fokus utamanya ialah memberikan peluang ekonomi baru bagi perempuan lokal tanpa mengorbankan kelestarian alam Rammang-Rammang,” ujarnya.

Baca Juga :  Dari Duka ke Harapan, Pesan Inspiratif Eshin Usami Usai Kebakaran Gedung DPRD Kota Makassar

Ia menambahkan bahwa para peserta kegiatan mendapat pembekalan pengabdian masyarakat berupa pelatihan membatik menggunakan pewarna alam.

“Keterampilan ini dipilih karena berpotensi menghasilkan suvenir ramah lingkungan yang diminati wisatawan yang berkunjung ke destinasi karst tersebut,” terangnya.

Ketua IWAPI Sulsel, apt. Hj. Ainun Jariah, S. Farm., M. Kes mencoba langsung membatik menggunakan pewarna alam

Sementara itu, Ketua Tim Riset dari Politeknik Pertanian Negeri Pangkep dr. Zulfitriany Dwiyanti Mustaka, S.P., M.P mengatakan bahwa IWAPI Sulsel bersama kampus memilih konsep teknologi hijau sebagai inti program kolaborasi.

“Pendekatan ini mendorong penggunaan inovasi yang minim dampak lingkungan, termasuk pemanfaatan limbah pertanian Sulawesi Selatan sebagai bahan dasar zat pewarna batik alami,” tuturnya

Kegiatan ini melibatkan lebih dari 50 peserta terlibat, meliputi masyarakat Rammang-Rammang, Dekranasda Sulsel, mahasiswa, hingga tim riset Politeknik Pangkep.

Baca Juga :  Semarakkan HUT IWAPI ke-51, IWAPI Sulsel Gelar Talkshow Kanker, Edukasi Perempuan Berani Deteksi Dini

Semuanya, lanjut dr. Zulfitriany, memiliki peran dalam memperkuat keterampilan warga dan memperkenalkan hasil riset kampus agar dapat diterapkan secara berkelanjutan.

“Potensi Rammang-Rammang, kami nilai sangat ideal sebagai lokasi penerapan inovasi berbasis lingkungan, karena wilayah tersebut memiliki tanaman nipah sebagai bahan baku pewarna alam, daya tarik wisata yang kuat, serta SDM yang produktif,” jelas Katalisatir Kemitraan Berdikari LPDP itu.

Manfaat nyata turut diberikan IWAPI Sulsel dalam kegiatan ini yakni melalui penyerahan bahan batik sebagai modal awal usaha kepada sejumlah perempuan lokal Ramang-ramang.

Dukungan tersebut diharapkan mendorong perempuan geosite Rammang-Rammang untuk memulai usaha kreatif yang bernilai ekonomi serta menjaga keberlanjutan lingkungan.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan launching Zapa Emas Berdikasi, membatik bersama dan pemotretan sutera atau batik pewarna alam. (*)

Baca Juga :  Melinda Aksa Resmikan Ruang Jahit Dekranasda, Dorong Kemandirian Perempuan Makassar

Penulis : Nurwahida