PARAPUANG.com, Makassar – Isu peran wanita dalam menghadapi kanker menjadi sorotan utama pada Seminar Hari Ibu yang digelar Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Koordinator Sulawesi Selatan.
Kegiatan ini menegaskan pentingnya edukasi kesehatan bagi wanita sebagai pilar utama keluarga.
Seminar bertema “Peranan Wanita dan Masalah Kanker dalam kehidupan Rumah Tangga” berlangsung pada Sabtu, 20 Desember 2025 di Grha Prodia Lt. 5, Jl. Jend. Sudirman No. 74–76 Makassar.
Ketua Panitia Pelaksana, dr. Nurlaelah Muhadi Septiman, M.Kes, Sp.OG mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi dan informasi yang komprehensif namun mudah dipahami, mulai dari pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan kanker yang banyak menyerang wanita dan keluarga.
“Harapannya, setelah mengikuti seminar ini, para peserta dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, menyebarkan informasi yang benar, serta menghapus stigma menakutkan terkait kanker”, ujarnya.
Wakil Ketua II YKI Sulsel itu menambahkan bahwa kegiatan ini diikuti 100 peserta yang merupakan perwakilan dari organisasi perempuan.
“Menariknya ada juga hadir perempuan tuna rungu yang membawa serta penerjemahnya demi mendapatkan edukasi terkait kanker,” sebutnya
Sementara itu, Ketua YKI Koordinator Sulsel, Dr. dr. Nani Iriani Djufri, Sp.THTBKL, SubSp.Onk. (K), FICS menuturkan bahwa seminar ini merupakan langkah untuk mewujudkan visi-misi Sulawesi Selatan bebas Kanker Stadium Lanjut.
“Ini merupakan program kerja pertama kami sebagai Pengurus YKI Sulsel Periode masa bakti 2025-2030 dalam memberikan edukasi dan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat tentang kanker,” ucapnya.
Seminar yang dipandu oleh Moderator, Prof. Dr. dr. Rina Masadah, M. Phil, Sp. PA (K), DFM menghadirkan lima narasumber dari berbagai disiplin ilmu.
Materi pembuka disampaikan oleh Dr. dr. Nadirah Rasyid Ridha, M. Kes., Sp.A, Subsp.H. Onk. bertajuk “Ketika Anak Mulai Berubah: Peran Ibu dalam Mengenali Gejala Awal Kanker pada Anak”.
Paparan ini menekankan kepekaan orang tua terhadap perubahan perilaku dan fisik anak yang bisa jadi sebagai tanda awal kanker.
Materi berikutnya dibawakan dr. Salman Ardi Syamsu, Sp.B., Subsp. Onk. (K) mengenai “Deteksi Dini Kanker Payudara”.
Beliau mengingatkan pentingnya pemeriksaan sejak dini agar penanganan dapat dilakukan sebelum penyakit berkembang ke stadium lanjut.
Peran Rehabilitasi Medik dijelaskan dr. Rahadi Arie Hartoko, Sp.KFR, AIFO-K.
Dirinya menekankan upaya pemulihan pascaterapi agar pasien kanker tetap produktif dan memiliki kualitas hidup yang baik.
Sesi selanjutnya oleh diisi dr. Anneke Holly, M. Kes., dari Prodia yang membahas “Perisai Maksimal untuk Keluarga dengan Cegah Kanker Serviks.
Materi ini menyoroti kanker serviks sebagai salah satu jenis kanker yang dominan pada wanita dan dapat dicegah dengan melakukan vaksinasi.
Penutup seminar menghadirkan Prof. Dr. Dra. Nurlina Subair, M.Si, sebagai seorang penyintas kanker payudara yang membagikan pengalamannya yang berdamai dengan penyakit sekaligus tetap berkarya dan berkarier demi tujuan mulia.
Sesi ini sangat mengharu biru, karena dituturkan dengan penuh semangat dengan sisi emosional perjuangan seorang Ibu.
YKI Sulsel berkomitmen akan terus menggelar kegiatan ilmiah sosial dengan tujuan edukasi kanker secara berkelanjutan hingga ke seluruh penjuru kabupaten dan kota di Sulsel dengan berkoordinasi dengan pemerintah serta menggandeng para pelaku usaha di daerah masing-masing.
Langkah ini diharapkan dapat mendorong masyarakat mengenali gejala awal, deteksi dini secara aktif serta mengambil tindakan yang tepat sehingga kanker tidak berakhir dengan Stadium Lanjut. (*)
Penulis : Nurwahida

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.