PARAPUANG.com, Makassar – Pelatihan Privat MC Pernikahan Bugis Makassar menjadi ruang belajar intensif bagi calon pemandu acara yang ingin tampil lebih percaya diri dan profesional.

Kegiatan ini digelar oleh Ruang Bicara di Cafe Arma, Jalan Andi Djemma, Makassar yang berlangsung selama tiga hari, Senin hingga Rabu, 12–14 Januari 2026.

Tujuh peserta dari berbagai daerah seperti Kabupaten Gowa, Takalar, Bulukumba, dan Kota Makassar mengikuti pelatihan secara eksklusif dan terbatas.

Founder Ruang Bicara, Nessa Ramadhani, menyampaikan bahwa kelas privat MC pernikahan Bugis Makassar ini hadir karena tingginya minat masyarakat untuk mengasah kemampuan public speaking.

“Pesertanya rata-rata sudah ada pengalaman sebagai MC, hanya saja masih ingin mengembangkan skill agar lebih runut sehingga lebih siap jika diminta secara dadakan memandu acara,” ujarnya.

Baca Juga :  Aliyah Mustika Ilham Hadiri Forum Internasional Kota Tangguh di JICA Kansai Center, Jepang

Nessa menambahkan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk melahirkan MC yang benar-benar siap terjun ke lapangan.

Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi juga dibekali praktik yang relevan dengan kebutuhan industri acara pernikahan adat Bugis Makassar.

Materi pelatihan mencakup peran MC pada prosesi Mappettu Ada, akad nikah, hingga resepsi.

“Peserta juga akan mendapatkan pembekalan self make-up serta sesi pemotretan profesional yang dapat dimanfaatkan sebagai portofolio kerja di hari terakhir,” beber Nessa.

Founder Ruang Bicara lainnya, Titin Sukmawati, menekankan pentingnya rasa percaya diri saat berbicara di depan publik, karena itu program ini dirancang sebagai tempat menempa mental dan keterampilan peserta agar siap tampil di berbagai acara formal.

Baca Juga :  Tidur di Sisi Kiri atau Kanan, Mana Lebih Baik untuk Perempuan?

“Ini menjadi batu loncatan bagi mereka menuju MC yang profesional,” ucapnya.

Pemateri pelatihan, Riny Ilyas, SE., CPS, C.MT, menjelaskan bahwa MC pernikahan wajib memahami makna setiap prosesi adat, pengetahuan tersebut penting agar MC mampu menyampaikan informasi yang tepat kepada tamu undangan.

Ia mencontohkan prosesi passili atau permintaan restu yang memiliki nilai sakral dan perlu dijelaskan secara tepat agar tamu memahami tujuan prosesi tersebut.

“Jadi tugas MC dalam prosesi pernikahan tidak hanya membacakan susunan acara, tetapi juga menggambarkan suasana yang sedang berlangsung,” bebernya

Riny juga mengingatkan pentingnya ketepatan penyebutan nama serta gelar kehormatan bagi tokoh adat dan keluarga, seperti Puang, Karaeng, Pung, Datu, dan Opu. (*)

Baca Juga :  Relawan Hati Damai Gelar Dzikir Akhir Tahun, Sitti Husniah Talenrang Tekankan Makna Persaudaraan

Penulis : Alin Imani