PARAPUANG.com, Makassar – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Sulawesis Selatan menggelar talkshow terkait kanker.
Kegiatan yang dilaksanakan pada, Kamis, 12 Februari 2026 di Grha Prodia Makassar, Jl. Jend. Sudirman No.74-76 itu dalam rangka menyemarakkan HUT IWAPI ke-51 dan momentum Hari Kanker Sedunia
Talkshow ini dihadiri ratusan peserta yang merupakan perwakilan organisasi ataupun komunitas perempuan yang ada di Makassar terlaksana berkat kolaborasi IWAPI Sulsel, Yayasan Kanker Indonesia Cabang Sulsel, serta Prodia.
Ketua DPD IWAPI Sulsel, Dr. apt. Hj. Ainun Jariah, S. Farm., M. Kes menegaskan bahwa edukasi menjadi kunci utama menekan angka kanker pada perempuan.
“Kami ingin perempuan tidak lagi merasa takut atau ragu untuk memeriksakan diri, tetapi justru menjadi pribadi yang berani, sadar, dan proaktif dalam menjaga kesehatannya. Karena ketika perempuan sehat, maka keluarga pun akan kuat dan masyarakat akan lebih sejahtera,” jelasnya.
Ia menyebutkan bahwa kehadiran dan antusiasme para peserta mencerminkan kesadaran dan kepedulian yang tinggi terhadap kesehatan diri, keluarga, dan masyarakat.
“Perempuan adalah pilar keluarga, sehingga menjaga kesehatan diri berarti menjaga masa depan orang-orang yang kita cintai,” ucapnya.
Dosen Prodi Farmasi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unismuh Makassar itu menambahkan bahwa materi yang dipaparkan para narasumber bukan sekadar teori, melainkan bekal nyata yang dapat menyelamatkan kualitas hidup, bahkan nyawa.
“Saya berharap para peserta setelah pulang dari kegiatan ini, dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, menyebarkan edukasi yang benar, menghapus stigma, serta mendorong semakin banyak perempuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” pintanya.
Materi yang disampaikan para narasumber, lanjut Ketua Himpunan Apoteker Seminat Kosmetik (HIASKOS) Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Sulawesi Selatan itu, bukan sekadar teori, melainkan panduan praktis yang dapat menyelamatkan kualitas hidup.
“Saya berharap para peserta setelah pulang dari kegiatan ini, dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing, menyebarkan edukasi yang benar, menghapus stigma, serta mendorong semakin banyak perempuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin,” pintanya.
Regional Product Executive Prodia, Andi Heriadi Pallage, M. Biomed menyoroti maraknya mitos keliru tentang kanker di masyarakat.
“Faktanya kanker tidak menular, dapat dicegah melalui deteksi sejak dini sehingga memiliki peluang kesembuhan yang jauh lebih tinggi jika ditangani secara tepat dan cepat,” ungkapnya.
Pemateri berikutnya, dr. M. Husni Cangara, Ph.D, SpA(K), DEM dari YKI Sulsel menekankan pentingnya kesadaran individu.
Ia menjelaskan bahwa kanker payudara dan serviks memiliki peluang sembuh tinggi bila ditemukan pada tahap awal.
“Karena itu, pola hidup sehat, vaksinasi yang dianjurkan, serta pemeriksaan berkala bukan hanya pilihan, melainkan kebutuhan untuk menjaga kualitas hidup perempuan dan ketahanan keluarga,” pesannya.
Pemateri ketiga, dr. Zaldi Basalamah membahas kanker payudara sebagai salah satu kanker paling umum pada perempuan.
Penyakit ini terjadi akibat pertumbuhan sel abnormal pada jaringan payudara yang tidak terkendali dan dapat menyebar ke organ lain.
Gejala awal antara lain benjolan pada payudara atau ketiak, perubahan bentuk, kulit mengerut seperti kulit jeruk, puting tertarik ke dalam, keluarnya cairan abnormal, serta nyeri menetap.
“Kanker ini dapat dideteksi dini, melalui SADARI (Periksa Payudara Sendiri) rutin setiap bulan, pemeriksaan klinis oleh tenaga kesehatan dan mammografi sesuai anjuran usia dan risiko,” bebernya.
Materi terakhir disampaikan dr. Youla Maria Watugigi yang mengangkat tema kanker serviks.

Ia menuturkan bahwa kanker serviks ini menyerang leher rahim dan sebagian besar dipicu infeksi Human Papillomavirus (HPV).
“Sebagian besar kasus kanker serviks disebabkan oleh infeksi Human Papillomavirus (HPV), terutama tipe berisiko tinggi. Virus ini ditularkan melalui kontak seksual,” terangnya.
Faktor risiko lainnya meliputi aktivitas seksual usia dini, berganti pasangan, tidak pernah skrining, sistem imun lemah, merokok, serta riwayat infeksi menular seksual.
dr. Youla menegaskan bahwa kanker serviks termasuk jenis kanker yang dapat dicegah.
“Kanker serviks termasuk kanker yang dapat dicegah melalui skrining rutin, Pap smear, IVA (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) dan tes HPV sesuai anjuran dokter,” ujarnya.
Acara ini juga diramaikan dengan yoga bersama yang dipandu instruktur Nuriah Pingkan, pameran produk UMKM perempuan Sahabat IWAPI, pembagian souvenir bagi peserta aktif bertanya, undian doorprize, serta program preloved for charity.
Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa edukasi kesehatan dapat dikemas hangat, inklusif, dan berdampak nyata, bukan hanya meningkatkan pengetahuan, tetapi juga mendorong perempuan untuk berani menjaga kesehatannya demi keluarga dan masa depan. (*)
Penulis : Nurwahida

Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.