PARAPUANG.com, Makassar – Reses Hj Umiyati di Jalan Tamangapa Raya, Kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, kembali menjadi ruang curhat warga soal BPJS Kesehatan nonaktif hingga infrastruktur rusak.

Agenda reses masa persidangan kedua tahun sidang 2025-2026 itu berlangsung hangat meski hujan turun sejak awal kegiatan pada Rabu, 18 Februari 2026.

Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, itu hadir menyapa warga bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas, Kasi Pemerintahan Kelurahan Bangkala, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta masyarakat setempat.
Pertemuan itu menjadi momentum menyerap aspirasi secara langsung.

Hj. Umiyati menuturkan bahwa reses ini bukan sekadar agenda formal, tetapi menjadi ruang silaturahmi dan wadah baginya untuk mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan dan harapan para warga yang menjadi konsituennya.

Baca Juga :  Melinda Aksa Ajak Warga Makassar Cegah Stunting Lewat Pola Makan Sehat Sejak Dini

“Aspirasi yang disampaikan hari ini akan saya catat dan perjuangkan sesuai kewenangan saya di DPRD,” ujarnya.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu juga mengapresiasi atas antusiasme warga yang tetap hadir di tengah cuaca kurang bersahabat.

“Saya sangat mengapresiasi semangat ta’ semua yang tetap hadir walau hujan turun. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat Biring Romang memiliki kepedulian besar terhadap pembangunan di wilayahnya,” pujinya.

Sesi dialog berlangsung dinamis, warga mengeluhkan kepesertaan BPJS Kesehatan yang nonaktif, kebutuhan pemberdayaan pemuda melalui UMKM, kondisi jalan berlubang, hingga lampu jalan yang padam di sejumlah titik rawan.

Menanggapi persoalan BPJS, Hj. Umiyati memastikan akan berkoordinasi dengan dinas terkait.

Baca Juga :  Puspawati Husler Meriahkan Lomba Sambung Lirik HUT ke-58 KORPRI Luwu Timur

“Terkait BPJS Kesehatan nonaktif, nanti kita akan koordinasikan dengan dinas terkait agar dilakukan pendataan ulang dan verifikasi, sehingga masyarakat yang memang berhak bisa kembali aktif kepesertaannya,” jelasnya.

Komitmen terhadap pemberdayaan generasi muda turut ditegaskan, menurutnya pemuda harus diberi ruang dan dukungan, baik pelatihan maupun bantuan permodalan.

“Ini penting agar mereka memiliki aktifitas positif, mengembangkan kreatifitas dan ikut menggerakkan ekonomi di wilayahnya,” bebernya.

Soal infrastruktur, perhatian diarahkan pada aspek keselamatan warga.

“Perbaikan jalan dan lampu jalan menjadi kebutuhan mendesak karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan warga. Insya Allah akan saya perjuangkan dalam pembahasan anggaran agar bisa segera direalisasikan,” pungkasnya.

Warga pun berharap aspirasi yang disampaikan tidak berhenti di forum reses, melainkan berlanjut menjadi kebijakan nyata yang berdampak langsung bagi kehidupan sehari-hari. (*)

Baca Juga :  Kepuasan Publik Makassar 80,1 Persen, Hj Umiyati Apresiasi Kinerja Munafri–Aliyah

PENULIS : Dwi Ayu Artantiati Putri