PARAPUANG.com, Makassar – Ketua Makassar Cancer Care Community (MC3), Prof. Dr. Nurlina Subair, M.Si kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang akademik di awal tahun 2026.

Ia berhasil meraih empat pendanaan hibah penelitian sekaligus, sebuah pencapaian yang menegaskan peran aktifnya di dunia akademik dalam menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat.

Guru besar Sosiologi Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar ini terlibat dalam sejumlah riset strategis lintas bidang.

Dua hibah dari penelitian Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) yang berjudul ‘Demokrasi Kultural Berbasis Kearifan Lokal: Kontestasi Ruang dan Tata Kelola Sustainable Livelihood Pada Komunitas Adat Kajang dan Karampuang’.

Riset tersebut dikerjakan bersama Dr. Luhur Prianto,M.Si yang bertindak sebagai ketua tim

Kemudian hibah Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Kemendiktisaintek, dimana Prof. Dr. Nurlina Subair, M.Si menjadi ketua program bertajuk ‘Penguatan Peran Perempuan Pesisir melalui Usaha Abon Ikan Tuna Berbasis Kesehatan dan Pemberdayaan Sosial’.

Program PKM yang dikerjakan bersama Dr. Risma Haris, M.Si ini menargetkan peningkatan kemandirian ekonomi perempuan pesisir lewat pengolahan pangan sehat berbasis potensi lokal.

Baca Juga :  MCCC dan Prodi Patologi Anatomik FK Unhas Kolaborasi Perkuat Gerakan Edukasi Kanker

Kontribusi lain hadir dari hibah penelitian Badan Riset Daerah (BRIDA) Kota Makassar mengenai ‘Digitalisasi Layanan Kebudayaan dan Pariwisata Berbasis Bleisure dan Wellness di Kota Makassar’.

Pada penelitian ini, Prof. Dr. Nurlina Subair, M.Si kembali bertindak sebagai ketua tim bersama Dr. Luhur Prianto, M.Si, Ir. Nini Apriani Rumanta, ST MT., Dedy Herianto, S.Ip, M.Si dan Rahmatan, ST, MM.

Kiprahnya di tingkat internasional semakin menonjol lewat keterlibatan dalam program pemberdayaan yang diinisiasi oleh Union for International Cancer Control (UICC), organisasi kanker dunia yang berbasis di Swiss, dalam rangka peringatan Hari Kanker Sedunia 2026.

Prof. Dr. Nurlina Subair, M.Si kembali berkolaborasi dengan Dr. Risma Haris, M.Si. berhasil meloloskan penelitian berjudul ‘Bersatu Melalui Suara-Suara Unik: Kisah Para Penyintas Kanker untuk Makassar Lebih Sehat’.

Penelitian ini mengangkat pengalaman para penyintas kanker sebagai sumber edukasi sekaligus inspirasi bagi masyarakat luas.

Baca Juga :  Pengurus DPD HWK Sulsel Kunjungi Sentra IKM Tenun Bulukumba, Dukung Pemberdayaan Perempuan dan UMKM Lokal

Rangkaian capaian tersebut semakin lengkap dengan keberhasilan anggota MC3 lainnya yang turut meloloskan 4 (empat) judul penelitian tambahan, memperkuat kontribusi kolektif dalam menghadirkan riset yang berdampak nyata.

Salah satunya program PKM dengan judul ‘Posyandu Lansia Sehat melalui Pelayanan Responsif’ yang diketuai Badriani Badawi, S.ST., M.Kes, berfokus pada peningkatan layanan kesehatan lansia yang lebih adaptif.

Tiga riset fundamental lain turut mengangkat isu penting, yakni; ‘Model Kausal Literasi Keuangan Digital dan Pemasaran Digital dalam Meningkatkan Ekonomi Hijau UMKM Pesisir’, oleh Andi Hafidah, S.P., M.M.

Kedua, penelitian berjudul ‘Intervensi Sosiokultural dalam Meredam Konflik Sosial untuk Mencegah Stunting di Wilayah Pesisir’ oleh Dr. Syahban Nur, S.Pd., M.Pd.

Ketiga, penelitian dengan judul ‘Peningkatan Literasi Kesehatan melalui SMART Modul Deteksi Dini Kanker Payudara pada Remaja’ oleh Irma, S.Farm., M.Kes.

Pencapaian ini memperlihatkan bahwa riset dan pengabdian mampu berjalan beriringan.

Dampaknya tidak hanya terasa di ranah akademik, tetapi juga langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Fatmawati Rusdi Tegaskan Pentingnya Peran BPD sebagai Pilar Strategis Pemerintahan Desa

Prof. Dr. Nurlina Subair, M.Si menyebut keberhasilan ini sebagai hasil kerja kolektif yang patut diapresiasi.

“Ini bukan sekadar angka, tetapi merupakan bukti nyata dari kerja keras, dedikasi, dan komitmen para anggota MC3 dalam menghadirkan gagasan-gagasan yang berkualitas dan berdampak,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Prof Nonong itu menilai bahwa keberhasilan ini menunjukkan bahwa ide dan kualitas penelitian yang dihasilkan para anggota MC3 mampu bersaing dan memenuhi standar yang ditetapkan.

Tentu proses yang dilalui tidak mudah, mulai dari penyusunan proposal, seleksi yang ketat, hingga penilaian yang objektif namun semua itu berhasil dilewati dengan baik.

“Semoga pendanaan hibah dan PKM yang diperoleh dapat dimanfaatkan secara optimal untuk menghasilkan penelitian yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan pencapaian ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus meningkatkan kualitas riset, memperluas kolaborasi, dan melahirkan inovasi-inovasi yang relevan dengan kebutuhan zaman,” pungkasnya. (*)

PENULIS : Nurwahida