PARAPUANG.com, Makassar – Sejumlah warga di area Car Free Day (CFD) Jalan Boulevard, Minggu, 26 Oktober 2025, mengikuti kampanye kesehatan bertajuk “Kenali dan Cegah Kanker Payudara Sejak Dini.”

Kegiatan yang menjadi bagian dari rangkaian Octo Breast 2025 ini menghadirkan narasumber inspiratif, dr. Nurul Fardillah, Sp.PA, yang mengajak masyarakat lebih peduli pada deteksi dini kanker payudara.

Dalam sesi edukatifnya, dr. Nurul Fardillah menegaskan bahwa 90 persen kasus kanker payudara bisa disembuhkan jika terdeteksi sejak dini.

Ia menekankan pentingnya kesadaran perempuan untuk mengenali perubahan pada tubuhnya sendiri.

“Kita harus menjadi pionir dalam menyelamatkan generasi muda Indonesia, kunci utamanya adalah deteksi dini,” ujarnya penuh semangat.

Baca Juga :  Reses Hj Umiyati di Tamangapa, Warga Soroti BPJS Kesehatan, UMKM dan Jalan Rusak

Lebih lanjut, dokter spesialis patologi ini memperkenalkan metode SADARI (Periksa Payudara Sendiri), cara sederhana yang bisa dilakukan setiap perempuan untuk mendeteksi perubahan atau kelainan pada payudara sejak awal.

“Lakukan SADARI pada hari ke-7 sampai ke-10 setelah haid pertama, saat payudara tidak nyeri atau bengkak. Bagi yang sudah menopause, pilih tanggal yang sama setiap bulan agar pemeriksaan dilakukan secara rutin dan teratur,” jelasnya.

Cara memeriksanya adalah, berdiri di depan cermin, gunakan tangan kiri untuk memeriksa payudara kanan begitu pula sebaliknya.

“Tekan perlahan puting, perhatikan bila ada cairan yang keluar tanpa sebab. Ulangi pemeriksaan dalam posisi berbaring agar bisa merasakan bila ada benjolan kecil di bagian dalam jaringan payudara,” jelasnya.

Baca Juga :  Prof dr Rahmawati Minhajat Resmi Pimpin POI Makassar 2025–2028, Ajak Pengurus Berkolaborasi Perkuatan Layanan Kanker

Menariknya, dr. Nurul juga menyoroti bahwa kanker payudara tidak hanya menyerang perempuan, tetapi juga dapat dialami laki-laki.

“Tanda pada laki-laki biasanya berupa ada benjolan keras di sekitar puting atau areola dan perubahan kulit payudara yang tampak mengerut seperti kulit jeruk,” bebernya.

Menurutnya, dukungan mental dari keluarga, sahabat dan lingkungan sekitar juga sangat berperan penting dalam proses penyembuhan pasien kanker.

“Kanker bukan akhir segalanya, dengan pengetahuan, keberanian, dan dukungan, kita bisa melawan dan memenangkan hidup,” tutup dr. Nurul penuh optimisme.

Suasana kampanye semakin hidup ketika beberapa peserta memberanikan diri berkonsultasi langsung mengenai kondisi payudaranya.

Dialog terbuka itu menciptakan suasana penuh empati dan saling dukung di antara peserta.

Baca Juga :  Aliyah Mustika Ilham Apresiasi Komunitas XMAX Riders Majukan Pariwisata Makassar

Kegiatan ini digagas oleh Departemen Patologi Anatomik Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (FK Unhas) bersama Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik (PDSPA) Cabang Makassar, serta menggandeng sejumlah mitra seperti Makassar Cancer Care Community, POI Cabang Makassar, Palang Merah Indonesia (PMI) Sulsel, Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Sulsel, Mitosis Laboratory, Klinik Fendy, dan Bank CIMB Niaga sebagai sponsor utama.

Melalui acara tahunan ini, semangat Octo Breast 2025 tidak hanya menyebarkan kesadaran tentang pentingnya deteksi dini kanker payudara, tetapi juga menumbuhkan rasa solidaritas dan harapan bagi para penyintas kanker di Indonesia khususnya di Makassar. (*)

Penulis : Alin Imani