PARAPUANG.com, Makassar – Bimtek PKK Makassar kembali digencarkan untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Program ini diwujudkan lewat peninjauan langsung kebun Aku Hatinya PKK di sejumlah wilayah, sekaligus memastikan manfaatnya dirasakan masyarakat secara nyata.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin, 4 Mei 2026 menyasar tiga kecamatan, yakni Bontoala, Wajo, dan Ujung Pandang.
Fokus utama terletak pada kesiapan lahan serta optimalisasi pengelolaan kebun berbasis rumah tangga.
Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa, turun langsung ke Kelurahan Pisang Utara, Kecamatan Ujung Pandang.
Ia memantau progres lahan yang disiapkan sebagai kebun Aku Hatinya PKK sekaligus berdialog dengan kader setempat.
Kehadirannya disambut jajaran pemerintah kecamatan dan pengurus PKK.
Peninjauan ini menjadi langkah konkret untuk melihat kondisi riil di lapangan.
Melinda Aksa menilai potensi lahan, kesiapan kader, hingga peluang pengembangan kebun agar memberi dampak langsung pada kebutuhan pangan keluarga.
“Kami melakukan peninjauan langsung untuk memastikan kesiapan lahan, pengelolaan, serta pemanfaatannya agar benar-benar berdampak bagi kebutuhan pangan keluarga,” ujarnya.
Program ini menekankan kemandirian pangan di tingkat rumah tangga.
Setiap keluarga diharapkan mampu memenuhi kebutuhan gizi secara mandiri, mulai dari sumber karbohidrat, protein, hingga vitamin dan mineral.
“Konsep kebun Aku Hatinya PKK tidak hanya sekadar menanam, tetapi bagaimana setiap keluarga mampu memenuhi kebutuhan pangannya secara mandiri. Mulai dari karbohidrat, protein, hingga vitamin dan mineral harus terpenuhi dalam kebun tersebut,” jelasnya.
Upaya menanam sendiri dinilai mampu menekan pengeluaran rumah tangga sekaligus membuka peluang tambahan penghasilan bagi warga.
“Kalau kita tanam sendiri, tentu tidak perlu lagi membeli. Selain mencukupi kebutuhan keluarga, ini juga bisa menjadi peluang tambahan penghasilan,” tambahnya.
Melinda Aksa menegaskan bahwa kebun tidak boleh hanya aktif saat penilaian lomba, tetapi harus menjadi kebiasaan sehari-hari masyarakat.
“Kebun ini harus berkelanjutan. Bukan hanya karena mau lomba, tapi memang dimanfaatkan terus untuk kebutuhan sehari-hari,” tegasnya.
Penguatan konsep urban farming turut didorong sebagai bagian dari strategi ketahanan pangan di perkotaan.
Keterlibatan aktif kader PKK disebut sebagai faktor penting keberhasilan program di lapangan.
Agenda serupa juga berlangsung di Kecamatan Wajo dan Bontoala.
Selain peninjauan kebun, kegiatan diisi bimbingan teknis terkait indikator penilaian, pengelolaan kebun, hingga penguatan program pendukung seperti dapur B2SA dan gerakan SI HIJAU.
Upaya ini diharapkan mampu menjadikan kebun Aku Hatinya PKK sebagai solusi nyata dalam meningkatkan ketahanan pangan keluarga sekaligus kesejahteraan masyarakat Makassar. (*)
PENULIS : Alin Imani
