PARAPUANG.com – Tokoh oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, resmi meraih Hadiah Nobel Perdamaian 2025 berkat keberaniannya memperjuangkan demokrasi dan keadilan di tengah rezim otoriter.

Dalam pengumuman resmi di Oslo, Jumat, 10 Oktober 2025, Komite Nobel Norwegia memuji Maria Corina Machado sebagai sosok perempuan tangguh yang menyalakan “api demokrasi di tengah kegelapan.”

Perempuan kelahiran 7 Oktober 1967 itu dinilai konsisten membela hak rakyat Venezuela dan mendorong transisi damai menuju pemerintahan yang lebih demokratis.

Sebagai pemimpin oposisi, ia berhasil menyatukan berbagai faksi politik yang sebelumnya terpecah belah. Di tengah krisis ekonomi dan tekanan politik, ia menggerakkan masyarakat untuk menuntut pemilu yang bebas dan jujur.

Baca Juga :  Sosok Lucy Guo, Perempuan Miliarder Muda di Balik Scale AI

Meski sempat dilarang maju dalam pemilihan presiden 2024, Machado tetap berperan besar dengan memberikan dukungan kepada kandidat oposisi Edmundo Gonzalez.

Keberaniannya membuat pemerintahan Presiden Nicolas Maduro merasa terancam, terutama setelah oposisi tampil lebih solid dan mampu menarik dukungan luas dari rakyat.

Namun, kemenangan Maduro untuk masa jabatan ketiganya kembali menimbulkan polemik.

Pemantau internasional menemukan banyak kejanggalan dalam proses pemilu, sementara aksi protes rakyat dibubarkan secara keras oleh aparat.

Machado bahkan sempat ditangkap dan bersembunyi sejak Agustus 2024, menyusul meningkatnya tekanan terhadap oposisi.

Ketua Komite Nobel, Jorgen Watne Frydnes, menegaskan bahwa penghargaan ini sepenuhnya berdasarkan nilai-nilai yang digariskan oleh Alfred Nobel.

Baca Juga :  Bianca Alessia Christabella Lantang, Gadis Cantik Asal Tomohon Manado yang Membawa Baki Paskibraka 2025

“Machado memilih tetap tinggal di Venezuela dan terus berjuang secara damai, penghargaan ini menegaskan bahwa perjuangan untuk demokrasi dan perdamaian saling berkaitan,” ujarnya.

Frydnes menambahkan bahwa keputusan Komite Nobel tidak dipengaruhi oleh tekanan politik mana pun.

“Machado memenuhi semua kriteria: memperjuangkan demokrasi dengan damai dan menyalakan harapan bagi rakyatnya untuk hidup dalam kebebasan dan perdamaian,” pungkasnya.

Penghargaan ini menjadi simbol kuat bahwa perdamaian dunia tak lepas dari keberanian memperjuangkan demokrasi, bahkan di tengah represi dan ketakutan.(*)

Penulis : Nurwahida