PARAPUANG.com, Jakarta – Nama Cathlyn Lesmana belakangan ramai diperbincangkan publik.
Siswi berprestasi asal Makassar itu menjadi viral usai perjuangannya dalam seleksi Paskibraka Nasional 2026 menyita perhatian dan simpati masyarakat luas.
Di tengah sorotan tersebut, Cathlyn mendapat dukungan langsung dari Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) yang menunjukkan kepeduliannya terhadap masa depan generasi muda Indonesia.
Pada Kamis, 11 Juni 2026, Cathlyn hadir di Kantor Sekretariat Pusat PSMTI di Equity Tower, SCBD, Jakarta.
Kedatangannya disambut hangat oleh Ketua Umum PSMTI, Wilianto Tanta, di sela agenda rapat internal organisasi.
Turut hadir menyambut Cathlyn, Ketua Dewan Pengawas Lucas, Sekretaris Umum Peng Suyoto, serta jajaran pengurus pusat yang tengah mengikuti Rapat Panitia Musyawarah Nasional VIII PSMTI.
Kisah Cathlyn menjadi simbol semangat pantang menyerah generasi muda.
Perjalanan yang penuh tantangan dalam proses seleksi Paskibraka membuat namanya dikenal luas dan menginspirasi banyak orang.
Sebagai bentuk apresiasi, PSMTI memberikan dukungan moral agar Cathlyn tetap percaya diri dan terus melangkah mengejar cita-citanya.
Dukungan itu sekaligus menjadi bukti bahwa perjuangan anak muda tidak boleh berjalan sendiri.
Momen istimewa kemudian terjadi ketika PSMTI memfasilitasi pertemuan Cathlyn dengan dua tokoh perempuan di kabinet pemerintahan, yakni Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Irene Umar dan Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia Veronica Tan.
Pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif RI itu terasa hangat dan penuh motivasi.
Cathlyn didampingi Ketua Umum PERWANTI-PSMTI Helga Abraham serta Wakil Bendahara Umum PSMTI Pusat Ariella Hana Sinjaya.
Irene Umar dan Veronica Tan memberikan pesan penguatan kepada Cathlyn bahwa setiap tantangan bukan akhir dari perjalanan.
Hambatan yang dihadapi justru menjadi proses pembelajaran penting untuk membentuk karakter, ketangguhan, dan kesiapan menghadapi peluang yang lebih besar di masa depan.
Komitmen PSMTI terhadap Cathlyn juga tidak berhenti pada dukungan moral semata.
Organisasi ini menyatakan siap mendampingi Cathlyn dalam meraih cita-citanya menjadi seorang dokter.
Perjalanan Cathlyn hari ini menjadi bukti bahwa perjuangan, dukungan, dan kesempatan bisa membuka jalan menuju masa depan yang lebih besar.
Kisahnya kini bukan hanya tentang seleksi Paskibraka, tetapi juga tentang mimpi besar seorang anak muda yang terus diperjuangkan. (*)
PENULIS : Nurwahida
