Mereka bekerja sama dengan perusahaan besar seperti OpenAI, Meta, dan Microsoft, menyediakan data untuk melatih model kecerdasan buatan agar lebih pintar dan akurat.

Intinya, tanpa data dari Scale AI, banyak teknologi canggih yang kita pakai sekarang mungkin nggak akan sebagus itu.

Meskipun telah keluar dari Scale AI tahun 2018, namun perempuan kelahiran 14 Oktober 1994 tetap memiliki saham sekitar 5% di perusahaan itu.

Sejak Mei 2024 hingga April 2025 valuasi saham Scale AI melonjak sekitar 80% atau senilai 25 miliar Dollar AS.

Hal itulah yang membuat kekayaan bersih Lucy Guo meningkat signifikan, hingga mencapai 1,25 miliar dolar Amerika Seriikat (AS), atau setara dengan Rp 21 triliun.

Baca Juga :  Andi Ina Kartika Sari Buka Turnamen Bupati Cup 2025, Mencari Bintang Sepak Bola Masa Depan Barru

Apa Saja Bisnis yang Dijalankan Lucy Guo?

Setelah sukses dengan Scale AI, Lucy nggak berhenti di situ, ia mendirikan Backend Capital pada tahun 2019, sebuah firma venture capital yang mendukung startup teknologi dalam hal pendanaan.